KabarBaik.co, Jember – Suasana penuh kebersamaan mewarnai Jalan Gajah Mada menuju Alun-alun Kabupaten Jember pada Sabtu (22/8). Ribuan warga memadati gelaran Pawai Budaya Ancak Agung yang dihelat guna memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus merayakan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Lewat tajuk “Melestarikan Tradisi, Menguatkan Ukhuwah, Mengangkat Marwah Jember”, pawai ini menjadi ajang refleksi untuk merawat warisan leluhur dan memperkokoh tali silaturahmi antarwarga.
Ancak Agung sendiri merupakan manifestasi rasa syukur masyarakat Jember atas melimpahnya hasil bumi dan wujud cinta kepada Rasulullah SAW.
Berbagai komoditas pertanian hingga hidangan tradisional disusun secara kreatif di atas ancak, lalu diarak bersama sebagai simbol gotong royong dan potensi daerah.
Acara ini diikuti oleh 867 ancak yang mencakup jajaran OPD, puskesmas, pihak kelurahan dan desa, lembaga pendidikan, hingga organisasi kemasyarakatan. Serta berhasil mencatatkan rekor MURI.
Bupati Jember Muhammad Fawait yang hadir dalam kegiatan tersebut tampak mengenakan syal bermotif bendera Indonesia dan Palestina. Aksesori ini ditegaskan sebagai bentuk kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal sesuai amanat Pembukaan UUD 1945.
Momen peringatan ini dimanfaatkan untuk mempertegas pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, terutama dalam menjaga kerukunan dan menghormati kebebasan beribadah umat beragama lain.
Gus Fawait menyampaikan bahwa inti dari perayaan ini terletak pada rasa kebersamaan dan kebahagiaan warga yang berkumpul tanpa memandang perbedaan.
“Ke depan, tradisi ini diharapkan bisa digelar lebih megah sekaligus mengukuhkan posisi Jember sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan kebudayaan,” katanya.
Ia mengatakan Kirab Ancak Agung pada akhirnya menjadi gambaran bahwa tradisi dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan berbagai latar belakang dalam satu semangat persaudaraan.
Dari hasil bumi dan makanan tradisional yang dibawa dalam ancak, masyarakat tidak hanya menunjukkan kekayaan potensi daerah, tetapi juga memperlihatkan semangat gotong royong dalam menjaga warisan budaya.
Ancak Agung mungkin tidak seberapa, tetapi ini membuat kita bahagia karena kita bisa berkumpul bersama. Mudah-mudahan tahun depan lebih besar lagi. Dari Jember untuk Indonesia, dari Jember untuk dunia. Mari kita jaga tradisi, kita kuatkan ukhuwah, kita rawat toleransi, dan kita angkat marwah Jember bersama-sama,” pungkas Gus Fawait.(*)








