Sempat Memanas, Drama ’Selat Hormuz Sidokare’ Berakhir Damai

oleh -309 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 08 at 12.32.32 PM
Mashuda dan Yoga akhirnya berdamai di kasus 'Selat Hormuz Sidokare' (istimewa)

KabarBaik.co, Sidoarjo– Polemik warga di Perumahan Pondok Sidokare Asri di blok Y yang viral dengan ’Selat Hormuz Sidokare’ di Google Maps sempat memanas dan menyita perhatian publik. Aksi Mashuda alias Pak Uda yang menutup separuh akses jalan perumahan memicu perdebatan hingga ramai di media sosial.

Dalam rekaman CCTV yang beredar luas, Pak Uda terlihat memasang pembatas jalan secara mandiri, hingga menuai beragam reaksi dari warga dan warganet.

Aksi penutupan jalan itu pun memicu ketegangan dengan salah satu tetangganya, Brilliant Nanda Prayoga atau Yoga. Perbedaan pandangan terkait penggunaan akses jalan bersama membuat situasi sempat memanas.

Mashuda menjelaskan bahwa pemasangan rambu tersebut bukan tanpa alasan. Ia mengaku langkah itu dilakukan demi keselamatan cucunya, agar kendaraan yang melintas dapat memperlambat laju.

“Wong palang ini lo saya pasang untuk keamanan cucu saya. Kalau ada warga lewat jadi pelan-pelan, dan saat ada mobil lewat ya biasanya mereka turun memindah rambu tersebut,” ujarnya.

Namun di sisi lain, Yoga menilai tindakan tersebut tidak tepat karena dinilai mengganggu akses jalan umum di lingkungan perumahan.

“Seharusnya jalan tersebut tidak usah dikasih rambu yang menutup separuh jalan,” ujar Yoga, Rabu (8/4).

Ketegangan sempat meningkat hingga Mashuda dikabarkan naik pitam dan berencana menempuh jalur hukum. Namun rencana tersebut urung dilakukan seiring upaya penyelesaian secara kekeluargaan.

Akhirnya, drama perseteruan ini mereda setelah kedua belah pihak dimediasi oleh pihak kepolisian bersama perangkat kecamatan dan desa. Mediasi yang berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB itu menghasilkan kesepakatan damai.

Yoga pun mengakui bahwa konflik tersebut dipicu minimnya komunikasi antarwarga. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Saya juga merasa bersalah karena kami sendiri kurang adanya komunikasi. “Dengan adanya hal seperti ini saya berharap ke depan tidak ada lagi peristiwa serupa,“ kata Yoga. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.