Teror Digital di Umsida: Belasan Mahasiswa Jadi Korban, Pelaku Dikeluarkan

oleh -137 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 29 at 5.26.13 PM
Kampus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

KabarBaik.co, Sidoarjo – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) akhirnya buka suara terkait kasus dugaan penyebaran konten pribadi tanpa izin yang melibatkan mahasiswa di lingkungan kampus. Peristiwa yang disebut telah berlangsung sejak 2024 ini diduga dilakukan oleh seorang mahasiswa yang menyebarkan konten berisi wajah korban tanpa persetujuan.

Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Umsida Nur Aini Shofiya Asy’ari membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa terduga pelaku menjalankan aksinya dengan menggunakan identitas palsu di sejumlah platform media sosial.

“Benar. Terduga pelaku menyebarkan konten tanpa izin. Konten ada wajah-wajah korban dan tanpa izin yang bersangkutan,” ujarnya, Rabu (30/4).

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kampus langsung melakukan koordinasi internal lintas unit. Langkah ini melibatkan pimpinan universitas, program studi, hingga Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom), P3TU Umsida, dan LKBH Umsida untuk memastikan penanganan berjalan secara menyeluruh, adil, dan berfokus pada pemulihan korban.

“Penanganan kami lakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak di internal kampus agar tetap berkeadilan dan mengutamakan pemulihan korban,” jelas Nur Aini.

Ia menuturkan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penanganan pelaku, tetapi juga pada perlindungan serta pemulihan korban.

Menurutnya, terduga pelaku sebelumnya masih tercatat sebagai mahasiswa aktif. Namun, per Selasa, (28/4), yang bersangkutan sudah tidak lagi menjadi bagian dari Umsida.

“Per hari ini, terduga pelaku sudah bukan lagi bagian dari Umsida,” tegasnya.

Selain itu, pihak universitas juga menyediakan pendampingan bagi korban.
Pendampingan dilakukan melalui program trauma healing yang difasilitasi Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Psikologi Terapan (P3TU).

Sementara itu, berdasarkan informasi dari akun media sosial @himakomumsida serta sejumlah data yang dihimpun, jumlah korban dalam kasus ini disebut mencapai belasan orang. Sebagian besar korban berasal dari lingkungan akademik yang sama dengan terduga pelaku.

Pelaku yang diketahui berinisial DEFW diduga memulai aksinya melalui media sosial dengan memanfaatkan identitas palsu. Ia menggunakan akun X dengan nama samaran serta data diri yang telah dimanipulasi untuk mendekati targetnya.

Akun-akun ini diduga dimanfaatkan untuk mengakses informasi pribadi korban yang sebagian besar berasal dari lingkaran terdekat pelaku, mulai dari teman satu kelas, satu program studi, hingga relasi organisasi dan pertemanan lama.

Pelaku mengambil foto maupun konten dari unggahan pribadi korban, khususnya dari fitur story atau postingan yang bersifat personal. Konten tersebut kemudian disebarluaskan kembali ke platform X tanpa persetujuan.

Selain menyebarkan ulang konten, pelaku juga diduga membocorkan data pribadi korban seperti alamat tempat tinggal dan nomor telepon. Tindakan ini termasuk dalam kategori doxing yang berpotensi membahayakan keselamatan korban, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kasus ini sempat memasuki tahap mediasi internal yang difasilitasi pihak kampus. Dalam proses tersebut, terduga pelaku disebut telah mengakui perbuatannya serta menyampaikan permohonan maaf kepada para korban.

Meskipun demikian, dampak yang ditimbulkan terhadap korban dinilai tidak ringan. Selain berisiko merusak reputasi serta munculnya rasa tidak aman di lingkungan akademik. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.