KabarBaik.co, Surabaya – Pengendara yang berencana melintas atau memasuki Kota Surabaya pada Senin (15/6) dini hari nanti diminta bersiap menghadapi sejumlah rekayasa lalu lintas. Polrestabes Surabaya akan melakukan pengalihan arus dan penyekatan di berbagai titik sebagai langkah antisipasi gangguan keamanan dalam rangka malam 1 Muharram atau 1 Suro.
Rekayasa ini dilakukan bersamaan dengan pengamanan agenda pengesahan anggota salah satu perguruan silat yang akan digelar di kawasan Kenjeran Park. Kepolisian menyiagakan personel gabungan mulai dari perbatasan kota hingga pusat kota untuk mencegah terjadinya konvoi maupun potensi bentrokan antarkelompok.
“Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak diimbau untuk menunda perjalanan menuju Surabaya, karena akses di sejumlah pintu masuk akan dijaga ketat,” ujar Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya, Minggu (14/6).
Galih menegaskan personel telah disebar di batas kota dan tengah kota khusus untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas, terutama kedatangan konvoi massa dari perguruan silat lain atau kelompok masyarakat yang berpotensi memicu kericuhan.
Larangan Konvoi dan Arak-arakan
Kepolisian melarang keras adanya konvoi maupun arak-arakan kendaraan pada malam 1 Suro ini. Setiap pelanggaran yang dinilai dapat mengganggu keamanan, ketertiban, dan keselamatan pengguna jalan akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.
“Konvoi, arak-arakan, maupun tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum tidak diperkenankan. Bagi siapa saja yang terbukti melakukan pelanggaran, akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Skema Pengamanan dan Pengalihan Arus
Pengamanan akan mulai dilaksanakan sejak sore hari. Selain melakukan penyekatan di perbatasan, polisi juga menyiapkan skema pengalihan arus di sejumlah ruas jalan utama apabila terjadi peningkatan mobilitas massa yang signifikan menuju lokasi kegiatan.
Untuk meminimalkan potensi gesekan, panitia dan peserta acara pengesahan perguruan silat diarahkan menggunakan transportasi bus menuju Kenjeran Park dengan pengawalan ketat dari kepolisian, mulai dari titik keberangkatan hingga tiba di lokasi.
“Kami sudah mempersiapkan beberapa langkah antisipasi untuk memastikan acara berlangsung aman dan tertib, termasuk kemungkinan adanya massa dari luar kota yang memaksa datang ke Surabaya,” pungkas Galih. (*)






