Sentuhan Dingin Arsitek Surabaya di Balik Kemegahan Museum Marsinah Nganjuk

oleh -226 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 22 at 1.46.22 PM
Ir. H. Bagus Budiarto (tengah), arsitek sekaligus pelaksana pembangunan Museum Ibu Marsinah, menjelaskan detail desain bangunan yang megah dan penuh makna sejarah (Agus Karyono)

KabarBaik.co, Nganjuk — Museum Marsinah di Nglundo, Sukomoro, Nganjuk, mempunyai desain megah dan dibangun dalam waktu cukup singkat. Di balik indahnya arsitektur tersebut, terdapat sosok visioner asal Kota Surabaya, Ir. H. Bagus Budiarto, yang berhasil mewujudkan ruang penghormatan bagi sang pejuang buruh.

“Saya mengajukan desain itu dengan revisi sampai empat kali baru final dan dikerjakan. Desain tersebut akhirnya disetujui dalam forum resmi yang dihadiri oleh pihak KSPI, kepolisian, hingga perwakilan Istana Negara,” ungkap Bagus saat ditemui oleh awak media di Nganjuk, Jumat (22/5).

Pria berusia 48 tahun yang merupakan alumni Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini memikul tanggung jawab besar sebagai perancang sekaligus eksekutor.

Melalui bendera PT Bangun Mega Perkasa, ia menakhodai proyek historis ini agar selesai tepat waktu, mengingat fungsi krusial bangunan tersebut sebagai simbol pergerakan buruh nasional.

“Setelah desain disetujui, kami mulai mengerjakan proyek museum dan rumah singgah ini pada tanggal 3 Januari 2026. Dengan target waktu yang sangat singkat, kami mengerahkan 60 orang pekerja profesional untuk bekerja keras siang dan malam,” jelas Owner PT Bangun Mega Perkasa tersebut.

Berkat dedikasi penuh dan manajemen proyek yang terukur, seluruh proses konstruksi berhasil dirampungkan hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan, tepatnya pada 28 Maret 2026.

Keberhasilan ini terbilang fantastis mengingat kompleksitas bangunan dan berbagai kendala faktor alam yang tidak mudah dihadapi oleh tim pekerja di lapangan.

“Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang tinggi saat itu menjadi tantangan terbesar bagi kami di lapangan. Namun, melalui pengawasan yang ketat serta kinerja tim yang sangat disiplin, kami mampu menyelesaikan seluruh pembangunan sesuai target tanpa mengorbankan kualitas,” tegas Bagus.

Jerih payah Bagus dan timnya terbayar lunas ketika bangunan tersebut diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, pada 16 Mei 2026 lalu.

Momentum ini terasa begitu emosional dan penuh kebanggaan karena museum ini berdiri kokoh tepat setelah Marsinah secara resmi diangkat menjadi Pahlawan Nasional.

“Total anggaran untuk pembangunan museum ini mencapai hampir Rp 3,8 miliar. Saya pastikan tidak ada dana pemerintah, tidak ada APBN maupun APBD. Semua murni berasal dari gotong royong keluarga besar KSPSI AGN,” kata Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.

Andi Gani menegaskan kemandirian finansial proyek monumental ini sebagai bentuk penghormatan tertinggi terhadap simbol perjuangan kaum buruh Indonesia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.