KabarBaik.co – Aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah Sidoarjo kembali berlangsung secara tatap muka mulai Senin (8/9). Keputusan ini diambil setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo mencabut surat edaran terkait pembelajaran daring pada Sabtu (6/9).
Kepala Dikbud Sidoarjo Tirto Adi menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi bersama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Hasil rapat menunjukkan kondisi di lapangan sudah cukup kondusif untuk mengembalikan aktivitas belajar ke ruang kelas.
“Evaluasi kami lakukan Sabtu lalu, dan diputuskan mulai Senin anak-anak bisa kembali belajar di sekolah,” ujarnya, Minggu (7/9).
Sebelumnya, seluruh jenjang pendidikan dari SD hingga SMA di Sidoarjo sempat menjalani pembelajaran daring selama sepekan. Saat itu, para guru yang mengajar secara online diminta tetap menjaga kerapian dengan mengenakan pakaian bebas sopan ketika berada di sekolah.
Tirto menambahkan meskipun pembelajaran tatap muka kembali dibuka, pihak sekolah tetap diminta waspada. Ia mengingatkan agar aktivitas siswa di luar sekolah tetap mendapat perhatian.
“Kami imbau sekolah untuk terus melakukan pengawasan. Situasi memang kondusif, tapi potensi seperti pekan lalu bisa saja muncul lagi,” tegasnya.
Kabar kembalinya kegiatan belajar di sekolah disambut positif para tenaga pendidik. Kepala SDN Pucang 3, Asiyah, mengaku lebih leluasa dalam menyampaikan materi pelajaran ketika bertatap muka langsung.
“Alhamdulillah, guru-guru merasa lebih mudah jika kembali mengajar di kelas,” tuturnya.
Di sisi lain, aturan mengenai seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) juga kembali ditegakkan. Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, menegaskan bahwa surat edaran tentang penggunaan pakaian bebas hanya berlaku sampai Kamis (4/9).
“Mulai Senin seluruh ASN wajib memakai seragam sesuai ketentuan,” jelasnya.
Dengan dua kebijakan tersebut, suasana perkantoran maupun sekolah di Sidoarjo pada awal pekan ini kembali berjalan normal setelah sebelumnya ada penyesuaian. (*)







