KabarBaik.co, Surabaya — PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) mencatat kinerja positif pada musim giling tebu semester I-2026. Volume tebu yang digiling mencapai 3.129.398 ton, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 2.601.130,55 ton.
Seiring dengan peningkatan volume tebu yang digiling, produksi gula SGN juga tumbuh signifikan. Pada semester I-2026, produksi gula tercatat mencapai 178.763 ton atau meningkat sekitar 26 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebesar 141.568,91 ton.
Sekretaris Perusahaan PT SGN Yunianta mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kinerja produksi di lingkungan perusahaan.
“Peningkatan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kinerja produksi yang berlangsung di lingkungan SGN,” kata Yunianta, Jumat (21/8)
Menurut dia, peningkatan volume tebu giling dan produksi gula terjadi di hampir seluruh pabrik gula (PG) yang berada di bawah SGN. Kondisi tersebut menjadi indikator positif dari berbagai upaya peningkatan produktivitas yang dilakukan perusahaan, baik dari sisi hulu (on-farm) maupun hilir (off-farm).
Memasuki musim giling 2026, SGN terus mendorong peningkatan kinerja melalui optimalisasi operasional pabrik gula, peningkatan kualitas bahan baku tebu, penguatan manajemen operasional, serta percepatan sejumlah program peningkatan produktivitas.
Langkah tersebut dilakukan secara menyeluruh mulai dari sektor pertanian hingga proses pengolahan di pabrik. Upaya itu diarahkan agar proses produksi berjalan lebih efektif dan efisien sekaligus menghasilkan rendemen serta produksi gula yang lebih optimal.
Yunianta menjelaskan peningkatan volume tebu yang digiling juga tidak terlepas dari upaya perusahaan memperbaiki kualitas bahan baku dan memastikan kesiapan operasional pabrik selama musim giling.
Optimalisasi proses produksi menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong kenaikan produksi gula. Selain meningkatkan hasil pengolahan tebu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga efektivitas dan efisiensi kegiatan operasional pabrik gula.
Dari sisi on-farm, SGN memperkuat kemitraan dengan petani tebu sebagai bagian penting dalam menjaga ketersediaan sekaligus kualitas bahan baku. Kemitraan tersebut menjadi salah satu fondasi untuk memastikan pasokan tebu ke pabrik tetap terjaga selama musim giling.
“Program percepatan bongkar ratoon, perluasan areal tanam, peningkatan produktivitas lahan, serta pemanfaatan teknologi dan mekanisasi terus didorong untuk meningkatkan produktivitas tebu sekaligus memperkuat keberlanjutan pasokan bahan baku bagi pabrik gula,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, SGN berupaya menjaga tren peningkatan produksi sekaligus memperkuat kinerja industri gula nasional melalui peningkatan produktivitas dari sektor hulu hingga hilir. (*)






