KabarBaik.co, Bojonegoro – BPBD Tuban terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Kali ini, BPBD Tuban menggelar edukasi dan simulasi tanggap darurat gempa bumi di Sekolah Rakyat Tuban.
Kegiatan tersebut menyasar siswa dan tenaga pendidik. BPBD memberikan pemahaman mengenai langkah penyelamatan diri saat gempa sekaligus melatih peserta agar mampu melakukan evakuasi secara cepat dan tepat ketika bencana terjadi.
Dalam simulasi, peserta diperkenalkan metode “Drop, Cover, and Hold On”. Metode tersebut mengajarkan peserta untuk segera merunduk, berlindung di bawah meja atau tempat yang kokoh, kemudian berpegangan hingga guncangan gempa berhenti.
Selain itu, peserta mendapatkan materi mengenai prosedur evakuasi mandiri, penggunaan jalur evakuasi, serta pentingnya menuju titik kumpul yang telah ditentukan setelah situasi dinyatakan aman.
Kalaksa BPBD Tuban Sudarmaji mengatakan edukasi dan simulasi kebencanaan sejak dini menjadi langkah penting untuk membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.
“Pemahaman yang baik mengenai tindakan yang harus dilakukan saat terjadi bencana dapat membantu mengurangi kepanikan sekaligus meminimalkan risiko jatuhnya korban,” ujar Sudarmaji, Minggu (16/8).
Menurutnya, anak-anak perlu memahami tindakan yang tepat ketika menghadapi bencana. Dengan bekal pengetahuan tersebut, mereka diharapkan tidak mudah panik dan mampu melakukan evakuasi sesuai prosedur.
“Alhamdulillah para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan simulasi yang dipandu oleh petugas BPBD Kabupaten Tuban,” imbuhnya.
BPBD juga melibatkan tenaga pendidik dalam simulasi tersebut. Para guru diharapkan mampu mengambil peran penting dalam proses evakuasi dan memberikan perlindungan kepada peserta didik ketika terjadi kondisi darurat.
“Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga harus menjadi lingkungan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana,” jelas Sudarmaji.
Pihak Sekolah Rakyat Kabupaten Tuban turut mengapresiasi edukasi dan simulasi yang diberikan BPBD Tuban. Sinergi tersebut diharapkan dapat berlangsung secara berkala sehingga kapasitas siswa dan tenaga pendidik dalam menghadapi situasi darurat semakin meningkat.
Sudarmaji menegaskan, BPBD Tuban akan terus memperkuat upaya mitigasi dan edukasi kebencanaan, terutama kepada generasi muda.
“Kami terus berkomitmen dalam memperkuat upaya mitigasi dan edukasi kebencanaan, khususnya kepada generasi muda, sehingga tercipta masyarakat yang semakin tanggap, tangkas, dan tangguh dalam menghadapi bencana,” pungkasnya. (*)







