Sistem Pengendalian Banjir Sidoarjo Dilirik DPRD Tuban

oleh -95 Dilihat
Dinas PUBMSDA Sidoarjo saat memaparkan materi penaggulangan banjir bersama DPRD Kabupaten Tuban. (Foto: Ist)
Dinas PUBMSDA Sidoarjo saat memaparkan materi penaggulangan banjir bersama DPRD Kabupaten Tuban. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Upaya penanggulangan banjir yang diterapkan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo kini menjadi perhatian daerah lain.

Keberhasilan Sidoarjo dalam mengelola tata air dan menekan potensi banjir membuat DPRD Kabupaten Tuban melakukan kunjungan kerja, Senin (18/5). Kunjungan ini guna untuk mempelajari sistem yang diterapkan.

Kepala DPUBMSDA Sidoarjo Mukhammad Makhmud, mengatakan rombongan DPRD Tuban datang untuk melihat secara langsung pola penataan drainase hingga sistem pengendalian banjir yang diterapkan Pemkab Sidoarjo. Menurutnya, sistem tersebut dinilai layak dijadikan percontohan dalam penataan kota bebas banjir.

“Istilahnya, Sidoarjo akan ditetapkan sebagai percontohan di sana, menata kotanya supaya tidak banjir,” ujar Makhmud.

Dalam pemaparannya, DPUBMSDA Sidoarjo menjelaskan tiga strategi utama atau tiga pilar pengendalian banjir yang selama ini diterapkan secara berkelanjutan.

Strategi pertama adalah optimalisasi pintu air dan rumah pompa. Langkah ini dilakukan dengan meningkatkan kesiapan petugas penjaga pintu air serta memastikan seluruh fasilitas pompa bekerja maksimal saat debit air meningkat. Sistem tersebut dinilai penting untuk mempercepat aliran air dan mencegah genangan meluas.

“Petugas pintu air dan rumah pompa harus selalu siap. Ketika debit naik, pompa harus langsung beroperasi optimal supaya genangan cepat surut,” jelasnya.

Pilar kedua yakni normalisasi sungai secara berkelanjutan. DPUBMSDA Sidoarjo rutin melakukan pengerukan sedimentasi di sungai maupun saluran pembuangan agar kapasitas tampung air tetap terjaga dan tidak terjadi pendangkalan.

Sementara pilar ketiga adalah pembangunan buchem atau boezem di kawasan padat penduduk. Kolam retensi tersebut dibangun sebagai tempat penampungan sementara air hujan sebelum dialirkan ke sungai atau saluran utama. Pembangunan buchem juga dibarengi peningkatan kapasitas pompa di sekitar lokasi agar proses pengurasan air berjalan lebih cepat.

Melalui kunjungan kerja tersebut, DPRD Kabupaten Tuban diharapkan dapat mengadopsi sistem pengendalian banjir ala Sidoarjo untuk diterapkan di wilayah rawan banjir di Kabupaten Tuban. Dengan manajemen tata air yang terencana, penanganan banjir diharapkan bisa lebih efektif dan berkelanjutan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.