Siswa TK di Jember Keracunan MBG, BPOM Telusuri Prosedur Dapur Produksi

oleh -240 Dilihat
Suasana di SPPG di Jalan Teratai. (Ist)
Suasana di SPPG di Jalan Teratai. (Ist)

KabarBaik.co, Jember – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jember bergerak cepat menelusuri dugaan keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah murid Taman Kanak-Kanak (TK) di Jember, Rabu (20/5) lalu.

Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BPOM Jember, Yusita Harminingsih, membenarkan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi makanan tersebut.

“Petugas dari Balai POM di Kabupaten Jember kemarin sudah melakukan penelusuran ke SPPG terkait yang mengolah makanan bagi peserta terdampak,” kata Yusita, Jumat (22/5).

Saat ini, BPOM masih menunggu hasil investigasi lanjutan untuk memastikan penyebab pasti keracunan. Sementara untuk pengambilan sampel makanan, prosesnya diserahkan kepada Dinas Kesehatan setempat. BPOM sendiri memilih fokus memeriksa prosedur pengolahan makanan di dapur MBG tersebut.

Yusita menjelaskan bahwa potensi keracunan dalam program MBG bisa dipicu banyak faktor. Pasalnya, program ini memproduksi makanan dalam skala besar dan didistribusikan ke banyak lokasi sekaligus.

“Ini proses yang kompleks. Mulai dari pengolahan dalam jumlah besar, distribusi, hingga jeda waktu antara pemasakan dan konsumsi yang berpotensi tidak sesuai SOP,” paparnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan setiap dapur MBG atau SPPG wajib mematuhi standar operasional prosedur (SOP) di setiap tahapan produksi. Hal ini krusial agar pelacakan bisa dilakukan dengan cepat jika terjadi insiden darurat.

Berkaca dari rentetan kasus yang pernah ditangani, Yusita menyebut penyebab paling umum biasanya berasal dari kontaminasi mikrobiologi, khususnya bakteri. Bakteri ini bisa menyusup melalui peralatan masak, kualitas air, bahan baku, hingga higienitas juru masak.

Sebagai langkah antisipasi baku, setiap dapur pengelola MBG diwajibkan mengamankan sampel makanan yang mereka produksi selama 2×24 jam. Sampel inilah yang nantinya diuji di laboratorium jika ada laporan keracunan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.