KabarBaik.co – Sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) bentrok dengan sopir dan kru truk di simpang empat Dusun Sedamar, Desa Talunkidul, Sumobito, Jombang. Perkelahian tersebut viral di medsos.
Dalam video yang beredar, terlihat aksi saling serang antar pihak menggunakan benda keras di tengah jalan. Insiden tersebut sempat membuat arus lalu lintas tersendat dan menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi.
Menurut keterangan warga setempat, Kasirin, perkelahian pada Selasa (23/12) sore tersebut bermula saat sebuah truk yang melaju dari arah selatan dihentikan oleh supeltas yang sedang mengatur lalu lintas.
“Truknya disetop, sopirnya marah-marah, lalu bertengkar dan akhirnya duel,” kata Kasirin kepada wartawan.
Kasirin menyebut, setelah truk berhenti, sopir turun dan terlibat adu mulut dengan dua supeltas atau yang akrab dipanggil pak ogah. Tak lama berselang, kernet truk ikut turun membawa kunci stang hingga perkelahian semakin meluas.
“Satu supeltas dipukul pakai stang, satunya lagi jarinya sampai patah,” ujarnya.
Saksi mata lainnya, Ernah, mengatakan warga sempat berusaha melerai perkelahian tersebut. Namun situasi kembali memanas setelah salah satu penumpang truk diduga mengambil linggis dari dalam kendaraan.
“Warga sudah mencoba melerai, tapi kondisinya parah, jadi tidak berani mendekat,” ungkap Ernah.
Ia menambahkan sopir truk mengalami luka di bagian kepala, sementara salah satu supeltas mengalami luka berat pada jari tangannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemicu perkelahian diduga karena sopir truk emosi lantaran kendaraannya dihentikan terlalu lama saat kondisi lalu lintas sedang padat. Total ada lima orang yang terlibat langsung dalam insiden tersebut, yakni dua supeltas, satu sopir truk, dan dua penumpang truk.
Kapolsek Sumobito AKP Bagus Tejo Purnomo membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut seluruh pihak yang terlibat masih menjalani perawatan sekaligus pemeriksaan.
“Untuk mereka saat ini masih dalam perawatan di puskesmas dan sedang kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Bagus.
Hingga Selasa petang, polisi masih mendalami kronologi lengkap kejadian serta peran masing-masing pihak dalam peristiwa tersebut. (*)






