Sosok Melissa “Airlines” Vargas Kembali Bawa Turki Jadi Ratu Voli Dunia 2026

oleh -212 Dilihat
MELISSA VARGAS

Langit voli dunia kembali menjadi milik Melissa Teresa Vargas Abreu.

Di East Asian Games Dome, Makau, Tiongkok, pekan lalu (26/7), satu nama kembali bersinar ketika Turki memastikan diri sebagai juara Volleyball Nations League (VNL) 2026. Bukan hanya karena trofi yang diraih. Tapi, karena sosok yang menjadi simbol kemenangan itu. Yakni, Melissa Vargas, pemain asal Kuba yang kini menjadi bintang utama Filenin Sultanları — julukan tim nasional voli putri Turki.

Dengan permainan luar biasa, Vargas membawa Turki menaklukkan Brasil 3-1 (23-25, 25-23, 26-24, 25-21) dalam laga final yang berlangsung sengit. Kemenangan tersebut mengantarkan Turki meraih gelar VNL kedua dalam sejarah setelah sebelumnya menjadi juara pada 2023.

Namun, seperti kisah-kisah besar dalam olahraga, kemenangan ini bukan hanya tentang angka di papan skor. Ini adalah tentang perjalanan panjang seorang pemain yang menemukan rumah baru dan akhirnya membawa negara barunya menuju kejayaan.

Pesawat yang Terbang di Atas Net

Melissa Vargas tidak mendapatkan julukan “Airlines” tanpa alasan. Dengan tinggi badan 194 sentimeter dan jangkauan spike mencapai sekitar 326 sentimeter, Vargas memiliki kemampuan melompat yang membuatnya terlihat seperti terbang melewati blok lawan. Setiap kali ia melayang di udara, bola yang dilepaskannya sering kali menjadi mimpi buruk bagi pertahanan lawan.

Bagi para pendukung Turki, Vargas bukan sekadar opposite hitter. Ia simbol kekuatan dan keberanian tim.

Di final VNL 2026 melawan Brasil, “pesawat” itu kembali terbang tinggi. Vargas mencetak 33 poin — 27 melalui spike, tiga ace, dan tiga blok — menjadi pencetak angka terbanyak dalam pertandingan sekaligus salah satu penampilan terbaik dalam sejarah final VNL.

Performa tersebut membuatnya kembali meraih penghargaan Most Valuable Player (MVP), gelar yang sebelumnya juga ia dapatkan saat membawa Turki menjadi juara VNL 2023.

“Pertandingan yang sangat hebat. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung Turki,” ujar Vargas setelah pertandingan dalam sebuah wawancara dengan media.

Dari Cienfuegos Menuju Puncak Dunia

Di balik kesuksesan Vargas bersama Turki, ada perjalanan panjang yang penuh perubahan. Lahir pada 16 Oktober 1999 di Cienfuegos, Kuba, Vargas sudah menunjukkan bakat luar biasa sejak usia muda. Ia sempat menjadi bagian dari timnas Kuba sebelum perjalanan karier membawanya ke Eropa.

Pada 2018, Vargas bergabung dengan klub besar Turki, Fenerbahçe. Di Istanbul, ia menemukan lingkungan baru yang kemudian menjadi rumah baginya.

Tahun 2021 menjadi titik penting dalam hidupnya ketika Vargas resmi menjadi warga negara Turki. Ia bahkan menerima kartu identitas Turki langsung dari Presiden Recep Tayyip Erdoğan.

Meski sudah memiliki kewarganegaraan Turki, ia baru dapat memperkuat tim nasional pada 2023. Dan kesempatan itu langsung menghasilkan sejarah.

Bersama Vargas, Turki memenangkan VNL 2023 dan Kejuaraan Eropa 2023. Dalam kedua turnamen tersebut, Vargas menjadi pemain paling berharga. Kini, tiga tahun kemudian, ia kembali mengangkat Turki ke puncak.

Final Sengit Melawan Brasil

Perjalanan menuju gelar VNL 2026 tidak mudah. Brasil memberikan perlawanan sejak awal dan berhasil mengambil set pertama dengan skor 25-23.

Turki sempat berada dalam tekanan, tetapi perlahan menemukan ritmenya. Vargas menjadi motor serangan, sementara Zehra Güneş, İlkin Aydın, Hande Baladın, dan para pemain lainnya menjaga keseimbangan permainan.

Pada set kedua, Turki membalas dengan kemenangan 25-23. Pertarungan semakin panas pada set ketiga ketika kedua tim tidak pernah benar-benar mampu menjauh.

Brasil bahkan sempat menyamakan kedudukan 24-24. Namun, Turki menunjukkan mental juara dan merebut dua poin terakhir untuk menang 26-24.

Di set keempat, Brasil kembali mencoba bangkit. Ana Cristina tampil impresif dan menjadi ancaman besar bagi pertahanan Turki. Brasil bahkan sempat berbalik unggul 19-18.

Tetapi Turki tidak kehilangan ketenangan. Dengan Vargas sebagai tumpuan utama, mereka menutup pertandingan 25-21 dan memastikan gelar juara.

Vargas menjadi pencetak poin terbanyak dengan 33 angka, sementara Ana Cristina menyumbang 25 poin untuk Brasil.

Air Mata Kebahagiaan dan Kebanggaan Turki

Setelah kemenangan dipastikan, perhatian tidak hanya tertuju kepada Vargas. Kapten sekaligus libero Turki, Gizem Örge, menangis haru setelah pertandingan.

Ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap perjuangan tim dan mengatakan bahwa dirinya bermain dengan menahan rasa sakit pada lutut. “Kami sangat bangga dengan tim ini. Kami sangat mencintai kalian. Kami pulang membawa trofi ini,” kata Örge.

Middle blocker Sinead Jack-Kısal juga memberikan apresiasi kepada para pendukung Turki yang selalu berdiri bersama tim dalam kondisi apa pun. “Saat kami di atas maupun di bawah, orang-orang selalu mendukung kami setiap saat,” ujarnya.

Sementara itu, Zehra Güneş mengakui bahwa Brasil adalah lawan yang sangat kuat. “Brasil adalah tim yang sangat bagus. Kami sangat bahagia atas kemenangan ini,” katanya.

Pelatih kepala Turki, Daniele Santarelli, menyebut Brasil sebagai lawan luar biasa yang tidak pernah menyerah sepanjang pertandingan. “Mereka tidak pernah menyerah. Setiap kali kami memegang kendali permainan, mereka selalu bisa bangkit,” ujar Santarelli.

Ia juga mengakui perjalanan Turki tidak selalu berjalan mudah, termasuk menghadapi kritik dari publik. “Banyak orang yang mengkritik kami di Turki. Banyak yang mengkritik keputusan-keputusan saya, tetapi saya hanya mencoba memberikan yang terbaik untuk Turki,” katanya.

Kini, Turki kembali berdiri sebagai salah satu kekuatan terbesar voli putri dunia. Dan di balik mahkota itu ada nama Melissa “Airlines” Vargas — perempuan asal Kuba yang memilih Turki sebagai rumah, lalu membawa negeri tersebut terbang menuju kejayaan.

Di usia 26 tahun, Vargas telah mengoleksi dua gelar VNL, dua penghargaan MVP, dan status sebagai salah satu pemain paling ditakuti di dunia.

Julukan “Airlines” bukan sekadar panggilan. Itu adalah gambaran tentang seorang pemain yang setiap kali melompat, selalu membawa harapan jutaan pendukung Turki ikut terbang bersamanya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.