KabarBaik.co, Malang – Pelaksanaan Program Bongkar Ratoon Tebu Tahun 2025 di Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang menunjukkan hasil yang positif.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah desa, serta gabungan kelompok tani (gapoktan) dalam mendukung peningkatan produktivitas tebu di wilayah tersebut.
Hal itu terungkap dalam kegiatan koordinasi dan musyawarah yang digelar di Balai Desa Putukrejo pada Senin (4/5).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur strategis, mulai dari kelompok tani, gapoktan, pemerintah desa, hingga penyuluh pertanian lapangan.
Dalam berita acara hasil musyawarah disebutkan bahwa Gapoktan Tani Maju bersama Poktan Rojo Koyo dan Poktan Taruna Bakti telah melaksanakan Program Bongkar Ratoon sesuai petunjuk pelaksanaan dan teknis yang telah ditetapkan pemerintah.
Distribusi bantuan berupa bibit tebu dan dukungan dana Hari Orang Kerja (HOK) kepada petani juga dilaporkan berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain pelaksanaan teknis program, seluruh pihak turut berperan aktif menciptakan kondisi yang kondusif guna menjaga keberlanjutan program. Upaya tersebut dilakukan melalui komunikasi intensif, baik lewat media sosial maupun pertemuan langsung di tingkat kelompok tani.
Bahkan, untuk memperkuat koordinasi dan menjaga semangat petani, telah direncanakan agenda pertemuan lanjutan secara maraton di tingkat dusun.
Komitmen kuat terhadap keberlanjutan program juga ditunjukkan oleh seluruh kelompok tani dan gapoktan di Desa Putukrejo. Mereka sepakat mendukung penguatan Program Bongkar Ratoon pada tahun 2026 melalui sosialisasi yang lebih masif serta pendekatan langsung kepada para petani.
Keberhasilan pelaksanaan Program Bongkar Ratoon di Desa Putukrejo, Kabupaten Malang menjadi contoh nyata pentingnya kolaborasi antara petani, penyuluh, dan pemerintah desa dalam mendorong peningkatan produktivitas tebu secara berkelanjutan.
Program Bongkar Ratoon yang dijalankan oleh Kementerian Pertanian tahun 2025 dan 2026 itu sendiri merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan produksi tebu nasional melalui peremajaan tanaman.
Program ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih baik bagi petani sekaligus mendukung target swasembada gula nasional.







