Susun Program Berdasarkan Kebutuhan, Mas Dhito Dialog Bareng Warga Sidomulyo Kediri

oleh -39 Dilihat
3b6d8b92 bc04 4d1b b404 abe8c48d2b39
Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berdialog bersama warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen. (Foto: Oktavian Yogi Pratama)

KabarBaik.co – Calon Bupati (Cabup) Kediri nomor urut 2, Hanindhito Himawan Pramana melakukan dialog bersama warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Selasa (1/10). Kegiatan ini diikuti sekitar 150 orang.

Mas Dhito, sapaan akrabnya, mengatakan dialog ini untuk menampung aspirasi masyarakat. Mereka menyampaikan beberapa program mulai dari UMKM, Kelompok Tani (Poktan) hingga para kader Taman Posyandu (TAPOS).

“Jadi memang saya setiap turun lebih suka berdialog ya karena dari dialog itulah akan muncul program-program yang akan datang dan kita menyusun program berdasarkan kebutuhan masalah yang ada di masyarakat,” ucapnya.

Ia mengapresiasi kinerja dari para kader posyandu desa. Namun di sisi lain miris karena untuk insentifnya masih Rp 50.000 belum potong pajak Rp. 3.000 sehingga pendapatan yang diterima sebesar Rp. 47.000.

Menggapi hal tersebut, secara tegas Mas Dhito  akan mengutamakan kesejahteraan para kader posyandu untuk sektor kesehatan termasuk guru honorer di sektor pendidikan.

Bagi kader posyandu rencananya akan disimulasikan penaikan insentifnya menjadi Rp. 100.000 tanpa potong pajak dan diberikan BPJS, bila Rp. 150.000 akan dilakukan potong pajak dan BPJS-nya dipotong dari situ.

Tak main-main, Mas Dhito akan mengkalkulasikan anggaran yang dikeluarkan hingga Rp 15 miliar dan menurutnya angka tersebut masih sangat realistis.

“Insya Allah kalau saya masih diberikan mandat untuk melayani masyarakat, guru honorer ini akan kita angkat untuk menjadi PPPK semua. Kalau di sektor kesehatan kita masih punya kendala, kita belum ada rumah sakit rawat inap yang layak di bagian barat sungai, jadi kayak warga Semen pasti rata-rata akan ke kota/kabupaten tetangga,” tambahnya.

Di hadapan jurnalis, ia menyebut bila rencana pembangunan rumah sakit di barat sungai tidak harus menggantungkan APBD. Untuk menyiasatinya ia akan kerja sama dengan pihak ketiga, hingga mendatangkan investasi ke Kediri.

Disinggung terkait salah satu UMKM teh rosela dari Kecamatan yang sudah go international, Mas Dhito menyampaikan capaian itu adalah komoditas utama yang harus dijaga.

Diakui saat itu, harganya anjlok di kisaran angka Rp.18.000 – 21.000/kilogram, kini harga bisa stabil diangka Rp.65.000 – 75.000 /KG.

“Ini yang masih menjadi tugas kami berikutnya mangga podang. Saya mengimbau kepada petani mangga potang untuk tidak membooster mangganya. Biarkanlah buahnya itu matang pohon. Itu yang menjadi pesan jika masih ingin terus survive dan tidak berjualan dengan bentuk mangga lagi, kalau bisa didiversifikasi produk menjadi mangga yang dikeringkan,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Nidhaurrohmah salah seorang Kader Posyandu asal RT 2 RW 7 Desa Sidomulyo mengucapkan alhamdulillah dan sangat bersyukur mendengar simulasi kenaikkan insentif bagi para kader sepertinya.

“Karena kita itu tugasnya banyak ya, kalau cuma Segitu itu semangatnya malih meredup. Jadi kalau nanti ditambah lagi kan tambah semangat lagi dalam menghadapi stunting dan lainnya. Kita ibu kader sangat berharap Mas Dhito untukdinaikkan intensifnya agar kita semangatnya tambah luar biasa,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Oktavian Yogi Pratama
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.