Syawalan Berjalan, PWNU Jatim Hidupkan Tradisi Silaturahmi ke Kiai Sepuh

oleh -476 Dilihat
SYAWALAN PWNU JATIM
Pengurus PWNU Jatim silaturahmi ke para masyayikh.

KabarBaik.co, Surabaya – Alih-alih sekadar seremoni pasca-Lebaran, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menjadikan momentum Idul Fitri sebagai ajang memperkuat sanad keilmuan dan spiritual dengan para masyayikh. Melalui Silaturrahmi Syawalan, jajaran pengurus berkeliling ke sejumlah pesantren, menemui kiai sepuh di berbagai daerah.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga upaya menjaga hubungan erat antara struktur organisasi dan para ulama sebagai pilar utama Nahdlatul Ulama.

“Kami mengajak jajaran pengurus PWNU untuk berlebaran dengan mengunjungi para masyayikh dan kiai, semoga jadi tradisi tahunan,” kata Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir saat bersilaturahmi ke Rais Aam PBNU Abuya KH Miftachul Akhyar di PP Miftachussunnah, Kedungtarukan, Surabaya, Senin (30/3).

Dalam pertemuan tersebut, Kiai Miftachul Akhyar turut berbagi kisah tentang pengalaman silaturahmi Syawalan yang pernah ia jalani, termasuk perjalanan berkesan saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah kepulauan, khususnya di Madura.

Pada hari yang sama, rombongan PWNU Jatim yang dipimpin Kiai Matin bersama Sekretaris PWNU Jatim DR HM Faqih dan jajaran syuriah serta tanfidziyah lainnya juga mengunjungi KH Agoes Ali Masyhuri di PP Bumi Sholawat, Sidoarjo, serta KH Idris Hamid di PP Salafiyah, Kota Pasuruan.

Sementara itu, rangkaian silaturahmi telah dimulai sejak pekan sebelumnya dengan mengunjungi sejumlah kiai sepuh lainnya, di antaranya KH Anwar Iskandar di PP Al Amin, Ngasinan Kediri, Romo KH Anwar Manshur di PP Lirboyo Kediri, serta ziarah ke maqbarah Hadratus Syeikh KH M Hasyim Asy’ari di PP Tebuireng, Jombang.

Selain itu, rombongan juga bersilaturahmi kepada KH Abdul Hakim Mahfudz di Tebuireng serta mengunjungi PP Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Seorang pengurus PWNU Jatim menegaskan bahwa kegiatan ini murni dalam rangka Syawalan, bukan agenda politik organisasi. “Silaturahmi Syawalan ini benar-benar dalam rangka lebaran, bukan terkait Muktamar NU yang direncanakan pada Juli–Agustus,” ujarnya.

Sebelumnya, selama Ramadan 1447 H, PWNU Jatim juga menggelar program “Ngaji Kentong Ramadan 1447 H” yang berlangsung dari 21 Februari hingga 15 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan berbagai lembaga dan badan otonom (banom) di lingkungan NU.

Rangkaian dimulai dengan partisipasi lembaga pada 21 Februari hingga 7 Maret, dilanjutkan banom pada 8–14 Maret, dan ditutup dengan buka bersama PWNU Jatim bersama PCNU se-Jawa Timur pada 15 Maret.

Adapun lembaga yang terlibat meliputi LDNU, LP Maarif NU, LPNU, LPPNU, LKKNU, Lakpesdam, LWP-LPBH, Lesbumi, LBM-Aswaja Center, LAZISNU, LKNU, LF, LPTNU, LTN-LTM, dan LPBI-SNNU. Sementara banom yang berpartisipasi antara lain Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor/Pagar Nusa, JQH/PMII, IPNU/IPPNU, Pergunu/Ishari, Sarbumusi/ISNU, serta Jatman, bersama pengurus harian PWNU dan PCNU se-Jatim. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.