KabarBaik.co, Banyuwangi – Puluhan sopir truk cold diesel resah akibat sempat tidak mendapat layanan penyeberangan di lintasan Pelabuhan Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (17/3).
Mereka tertahan sekitar lima jam sebelum akhirnya diberangkatkan melalui Dermaga Bulusan. Akibat situasi tersebut, sempat terjadi adu argumen antara sopir dengan petugas di lapangan.
Sekitar 50 sopir truk diketahui sudah tiba di Dermaga Bulusan sejak pukul 03.00 WIB. Namun, sejak pukul 05.00 WIB mereka belum mendapat kepastian keberangkatan, sementara kendaraan lain seperti bus dan travel tetap dilayani di dermaga berbeda.
“Kami tidak dilayani. Tapi travel dan bus di dermaga lain boleh menyeberang. Kan tidak adil,” ujar salah satu sopir, Nyoman.
Para sopir meminta kepastian jadwal penyeberangan, mengingat sebagian besar hendak kembali ke Bali untuk merayakan Hari Raya Nyepi.
“Semua merayakan hari raya. Yang Muslim mau mudik, saya yang Hindu juga mau merayakan Nyepi di rumah,” tambahnya.
Sopir lainnya, Komang Adi, menegaskan kepastian jadwal sangat penting agar sopir tidak merasa diabaikan.
“Tidak apa-apa berangkat sedikit-sedikit, yang penting ada kepastian,” ujarnya.
Para sopir akhirnya mulai diberangkatkan sekitar pukul 10.30 WIB. Sementara itu, kepadatan kendaraan juga terpantau meningkat di Pelabuhan Ketapang pada H-4 Lebaran. Antrean kendaraan pribadi didominasi wisatawan yang hendak menuju Bali.
Di sisi lain, kemacetan masih terjadi di wilayah Pelabuhan Gilimanuk dengan panjang antrean kendaraan dilaporkan mencapai sekitar 20 kilometer dari area pelabuhan.







