Tanaman Kentang Belum Panen Dibedol Maling, Petani Brakseng Kota Batu Resah

oleh -112 Dilihat
IMG 20260805 WA0030
Kondisi tanaman kentang usai dibedil maling. (Foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Batu – Kepolisian Sektor Bumiaji tengah menyelidiki dugaan pencurian tanaman kentang milik petani di kawasan Brakseng, Dusun Jurang Kuali, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji. Kasus ini menjadi perhatian setelah video kondisi lahan pertanian yang diduga menjadi sasaran pencurian viral di media sosial.

Kapolsek Bumiaji, AKP Anton Hendry Subagijo mengatakan, laporan pertama diterima dari Kepala Dusun Sumberbrantas yang datang langsung ke Polsek Bumiaji untuk menyampaikan adanya dugaan pencurian tanaman kentang. “Kemarin Kepala Dusun sudah ke kantor menyampaikan terkait temuan kasus pencurian kentang,” ujar Anton, Rabu (5/8).

Anton menjelaskan, pihaknya masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan kronologi kejadian. Polisi juga belum dapat memastikan kebenaran informasi yang menyebut aksi pencurian tersebut telah berlangsung berulang kali selama hampir dua pekan sebagaimana ramai diperbincangkan di media sosial.

“Kalau berulang kalinya saya kurang tahu persis ya, kemarin baru satu yang dilaporkan. Kalau perkara lain saya kurang tahu,” katanya.

Dalam video yang beredar, tampak seorang petani memperlihatkan lahan kentang yang sudah dalam kondisi berantakan. Sejumlah tanaman kentang yang seharusnya masih berada di dalam tanah dilaporkan hilang karena dibedol oleh orang tak dikenal, meski usia tanaman tersebut belum memasuki masa panen.

Polisi juga belum dapat menghitung secara pasti kerugian yang dialami korban. Meski muncul informasi kerugian mencapai sekitar Rp 3 juta, nilai tersebut masih sebatas perkiraan karena ukuran kentang yang diambil beragam dan belum layak dipanen.

“Ada yang mengatakan kerugian sampai Rp 3 juta. Tapi kita belum tahu pastinya, karena ukurannya beranekaragam dan masih muda-muda. Belum waktunya panen tapi sudah dibedol,” ungkap Anton.

Sebagai langkah pencegahan, Polsek Bumiaji mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Kepolisian meminta agar sistem keamanan lingkungan serta patroli di kawasan perkebunan kembali diaktifkan guna mengantisipasi aksi pencurian hasil pertanian.

“Kami berkoordinasi dengan lingkungan untuk upaya pencegahan. Melalui Kepala Dusun, saya minta siskamling atau patroli di wilayah perkebunan bisa diatur jadwal waktunya agar tidak terjadi kejadian serupa,” tandasnya. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.