KabarBaik.co – PTPN I menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas insiden yang terjadi di Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, pada Kamis (15/5). Kejadian tersebut melibatkan tindakan anarkis yang mengakibatkan kerusakan pada aset negara serta kesalahpahaman terhadap tiga personel TNI yang sedang bertugas menjaga kawasan Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan milik negara yang dikelola oleh PTPN I wilayah Regional 5.
Hal itu disampaiakan oleh Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, Sabtu (17/5).
Aris mengatakan, PTPN I telah menegaskan seluruh aktivitas di area HGU telah dilaksanakan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Bahkan telah melalui pendekatan terbuka yang melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan, termasuk Forkopimda dan instansi terkait.
Aris mengatakan, beberapa langkah sudah dilakukan salah satunya menggelar pertemuan resmi dan Forum Group Discussion (FGD) untuk menjembatani komunikasi dan menjamin transparansi program pengembangan kawasan.
“Tentunya PTPN I mengapresiasi langkah sigap aparat keamanan dan tokoh masyarakat dalam meredam situasi dan membebaskan personel TNI secara damai,” ujar Aris.
Pihaknya juga mendukung sepenuhnya proses penegakan hukum yang adil, demi menjaga marwah negara dan ketertiban sosial.
Lebih jauh, kata Aris, PTPN I mengimbau seluruh pihak untuk melihat ke depan dan menjadikan insiden ini sebagai momentum penguatan silaturahmi dan kolaborasi antara PTPN I Forkopimda dan masyarakat sekitar.
“Program pengembangan kopi arabika di Ijen tidak hanya bertujuan komersial saja, tapi juga merupakan bagian dari pemberdayaan ekonomi lokal. Seperti pelatihan petani, kemitraan produksi, hingga perluasan akses pasar bagi hasil bumi masyarakat,” katanya,
“Bahkan alah satu Tokoh Masyarakat (tomas) di Wilayah Ijen juga sangat menyayangkan kejadian anarkis yang dilakukan Kamis 15 Mei kemarin, beliau yakin kejadian ini digerakkan oleh oknum-oknum tertentu,” imbuhnya.
Aris juga mengungkapkan, tomas tersebut menyampaikan bahwa PTPN I Regional 5 sudah memberikan ruang yang sangat terbuka untuk masyarakat dapat melakukan kemitraan pengelolaan lahan di areal PTPN.
“Dia mengaku sudah sering menegaskan ke masyarakat bahwa wilayah Ijen ini hanya ada HGU PTPN, Perhutani, dan BKSDA,” ungkapnya.
Aris menambahkan bahwa Manajemen PTPN I senantiasa membuka ruang komunikasi kepada stakeholders, sehingga masukan-masukan konstruktif dapat diserap dan mendukung usaha PTPN I yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip-prinsip
“Kami percaya, dengan dialog yang terbuka dan semangat gotong royong, tantangan sebesar apa pun dapat diatasi bersama. Kami siap melanjutkan komunikasi konstruktif demi menciptakan usaha yang sustain berlandaskan Environment, Social dan Governance ( ESG ).” pungkasnya. (*)