KabarBaik.co, Jombang – Tanggul Sungai Sekunder Gude-Ploso di Dusun Jombang Krajan, Desa/Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang mengalami kerusakan dan ambrol sejak sekitar dua tahun terakhir. Kondisi itu membuat warga sekitar was-was banjir setiap kali debit air sungai meningkat.
Tanggul yang berada di sebelah utara Pabrik Gula Jombang Baru tersebut mengalami kerusakan cukup panjang. Warga memperkirakan bagian yang rusak mencapai sekitar 200 meter.
Sejumlah lubang dan bagian tanggul yang ambles membuat aliran air sungai semakin mudah menggerus struktur tanggul. Bahkan, luapan air sungai disebut beberapa kali masuk ke rumah warga.
Masrukin, 65, warga setempat, mengatakan kerusakan tanggul sudah terjadi sejak sekitar dua tahun lalu.
“Ambrolnya sudah lama, sudah sekitar dua tahunan,” kata Masrukin, Rabu (12/8).
Menurutnya, bagian plengsengan tanggul banyak berlubang. Kondisi itu membuat air terus menggerus tanggul hingga kerusakannya semakin parah.
Saat sungai meluap, air bahkan pernah masuk ke permukiman warga. Ketinggiannya bervariasi, mulai setinggi lutut hingga sekitar satu meter.
“Kalau yang sini masih satu dengkul, tapi kalau di sana bisa sampai sekitar satu meter,” ujarnya.
Sedikitnya ada sekitar 10 rumah atau 15 kepala keluarga (KK) yang berpotensi terdampak jika air kembali meluap melalui bagian tanggul yang rusak.
Karena khawatir banjir kembali terjadi, warga akhirnya memilih memperbaiki tanggul secara swadaya. Perbaikan dilakukan secara gotong royong sejak sekitar sepekan terakhir.
Suwadi, salah seorang warga yang menjadi pemodal, mengatakan kebutuhan material untuk perbaikan sementara ini mencapai sekitar Rp 2,5 juta. Dana tersebut berasal dari uang pribadi.
“Materialnya sudah sekitar Rp 2,5 juta. Ini belum selesai, nantinya dirabat beton,” kata Suwadi.
Menurut Suwadi, kondisi tanggul yang sebelumnya rata kini berubah menjadi miring akibat terus tergerus aliran sungai. Di sejumlah titik juga terdapat lubang dan amblesan.
“Awalnya rata, tapi tergerus air akhirnya miring. Tengahnya berlubang dan ambles,” ujarnya.
Warga mengaku telah menyampaikan kerusakan tersebut kepada pihak terkait. Namun, hingga kini belum ada perbaikan permanen.
Ketua RT 2 RW 1 Dusun Jombang Krajan, Imam, membenarkan bahwa persoalan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah desa.
“Saya sudah sampaikan ke kepala desa. Katanya juga sudah dilaporkan, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” kata Imam.
Warga kemudian berinisiatif melakukan perbaikan sendiri agar kerusakan tidak semakin parah dan risiko banjir dapat ditekan.
“Ini warga akhirnya swadaya memperbaiki sendiri supaya tidak terjadi banjir lagi dan jebolnya tidak semakin parah,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki tanggul secara permanen. Mereka menilai perbaikan swadaya hanya menjadi solusi sementara karena panjang tanggul yang rusak mencapai sekitar 200 meter dan berada di dekat permukiman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang Imam Bustomi mengatakan Sungai Sekunder Gude-Ploso berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
“Sungai Sekunder Gude-Ploso, kewenangan BBWS Brantas,” kata Imam Bustomi.
Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada BBWS Brantas di kantor yang berada di Jalan Patimura Nomor 100, Jombatan, Jombang.
Namun, berdasarkan keterangan petugas penjaga, pimpinan BBWS Brantas masih berada di Surabaya sehingga belum dapat memberikan keterangan terkait kondisi tanggul maupun rencana penanganannya.








