KabarBaik.co, Jember – Untuk menjaga regenerasi pendonor dan memastikan stok darah tetap aman, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember gencar melakukan jemput bola kepada pendonor pemula.
Fokus utama penjaringan ini menyasar kalangan pelajar, santri, hingga komunitas anak muda dengan usia minimal 17 tahun.
Aksi kemanusiaan ini salah satunya terlihat di SMAN Pakusari pada Rabu (29/4). Para siswa, guru, hingga staf tata usaha tampak antusias berpartisipasi dalam kegiatan donor darah tersebut.
“Kegiatan ini adalah upaya kami untuk menanamkan jiwa kemanusiaan kepada siswa. Kami ingin mereka sadar bahwa setetes darah yang diberikan sangat berarti bagi nyawa orang lain,” ujar Sandi Suwandi, Kepala SMAN Pakusari.
Meski antusiasme cukup tinggi, tidak semua pendaftar bisa mendonorkan darahnya. Tim medis PMI Kabupaten Jember melakukan pemeriksaan kesehatan ketat untuk memastikan standar kualitas darah tetap terjaga. Dari total 40 pendaftar, sebanyak 22 kantong darah berhasil dihimpun dalam aksi tersebut.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menegaskan bahwa sosialisasi kepada pendonor pemula adalah langkah krusial untuk menjaga ketahanan stok darah di wilayahnya.
Tujuan utamanya, meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya donor darah dan memberika pemahaman mengenai manfaat kesehatan bagi pendonor.
“PMI berkewajiban memastikan ketersediaan dan kualitas stok darah untuk masyarakat. Melalui sosialisasi kepada pemula, kita bersama-sama menjaga ketersediaan darah di kabupaten ini,” pungkas Zainollah. (*)








