KabarBaik.co, Jember – Sivitas akademika UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember melakukan aksi nyata dalam menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil melalui gerakan Satu Hari Tanpa BBM.
Suasana kampus pada pagi hari tersebut tampak berbeda dari biasanya. Deru mesin kendaraan yang biasa memadati area kampus berganti dengan riuh langkah kaki dan kayuhan sepeda para dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.
Efisiensi Energi di Tengah Krisis Global
Kegiatan ini diawali dengan jalan sehat dan gowes bersama yang mengambil titik start di Gedung Pascasarjana menuju area utama kampus.
Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Nawawi, melepas langsung puluhan peserta yang antusias mengikuti aksi ini.
Nawawi menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremonial, melainkan respons terhadap krisis energi global yang mulai berdampak pada ketersediaan BBM.
“Ini adalah wujud nyata efisiensi energi. Kampus bukan hanya pusat pendidikan, tetapi harus menjadi ruang pembentukan perilaku berkelanjutan dan kesadaran kolektif bagi masyarakat,” tegas Nawawi, Jumat (17/4).
Setibanya di halaman rektorat, agenda dilanjutkan dengan senam bersama untuk mempererat kebersamaan antarwarga kampus. Tak hanya soal lingkungan, acara ini juga menyentuh aspek ekonomi melalui Bazar UMKM yang diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN KHAS Jember.
Kombinasi antara olahraga dan pemberdayaan ekonomi lokal ini dinilai efektif dalam memperkuat dampak sosial dari gerakan lingkungan yang sedang diusung.
Komitmen Menjadi Agenda Rutin
Meski terlihat sederhana, pelarangan penggunaan kendaraan bermotor di lingkungan kampus selama satu hari ini membawa pesan kuat tentang pengurangan jejak karbon.
Pihak kampus pun berencana menjadikan aksi ini sebagai budaya baru di lingkungan kampus.
“Kami berharap perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh sivitas akademika,” pungkasnya. (*)







