KabarBaik.co, Surabaya- Suasana berbeda tampak di lapangan Mini Soccer Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Minggu (31/5). Lebih dari 100 santri dari berbagai latar belakang berkumpul bukan hanya untuk bermain sepak bola, tetapi juga mengikuti khataman Alquran, kultum, dan pembinaan karakter dalam program “Ngaji Soccer II”.
Program yang memasuki periode kedua ini menjadi wadah unik yang memadukan pembinaan rohani dan aktivitas olahraga. Para peserta yang terdiri atas ustad, pelajar, mahasiswa, pekerja hingga peneliti diajak menguatkan nilai keagamaan, memperluas jejaring pertemanan, sekaligus menjaga kebugaran jasmani.
Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS H. Helmy M. Noor mengatakan, Ngaji Soccer periode kedua akan berlangsung selama tiga hingga empat bulan dan digelar setiap Selasa pukul 19.30 hingga 22.30 WIB. “Ngaji Soccer periode kedua ini juga diikuti santri dari periode pertama, sehingga ada sekitar 100 peserta yang bermain bola bersama,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.
Menurut Helmy, Ngaji Soccer bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan sarana membangun kolaborasi dan mempererat silaturahmi di kalangan generasi muda.
“Dengan Ngaji Soccer, kami ingin menghadirkan semangat kolaborasi, silaturahmi, dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Kami juga ingin menunjukkan bahwa Masjid Al-Akbar bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pembinaan generasi muda yang produktif dan inspiratif,” katanya.
Dia menjelaskan, setiap pekan peserta lebih dulu mengikuti program Khotmil Quran dengan sistem pembagian juz yang kemudian dituntaskan bersama dalam khataman pada hari pelaksanaan. “Alquran diharapkan menjadi kekuatan generasi muda. Karena itu, setiap pertemuan diawali dengan khataman Alquran yang sudah dipersiapkan melalui pembagian juz selama sepekan,” ujarnya.
Setelah khataman, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna dan kultum atau kuliah tujuh menit yang berisi motivasi keagamaan. Selanjutnya peserta mengikuti pemanasan selama sekitar 20 menit sebelum bertanding sepak bola hingga pukul 22.30 WIB. “Kultum akan disampaikan Ustad Syahid Sumitro. Saya dan Mbak Cita juga akan memberikan motivasi kepada peserta,” kata Helmy.
Dia menambahkan, kemampuan peserta yang terbentuk melalui program ini nantinya berpeluang diuji melalui laga persahabatan dengan sejumlah komunitas, seperti tim Asparagus yang dipimpin Gus Kautsar maupun tim wartawan Surabaya.
Salah seorang peserta, Saladin, mengaku antusias mengikuti Ngaji Soccer karena menjadi kesempatan baginya untuk kembali aktif berolahraga sekaligus memperluas pergaulan.
“Saya memang senang bermain bola, tetapi sudah lama tidak mengasah kemampuan. Sekarang badan juga sudah tidak kurus lagi, jadi saya senang ada Ngaji Soccer. Selain bisa olahraga, saya juga mendapat banyak teman baru. Bahkan ada peserta yang datang dari Mojokerto dan Sidoarjo,” katanya.
Menurut Saladin, program tersebut memberikan manfaat yang lengkap karena menyehatkan jasmani sekaligus memperkuat spiritualitas. “Ngaji Soccer tidak hanya membuat sehat secara fisik, tetapi juga sehat secara rohani. Tagline-nya juga sangat tepat, yaitu Sehat, Berakhlak, dan Bahagia. Itu yang membuat program ini menarik,” ujarnya. (*)






