KabarBaik.co, Banyuwangi – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menginginkan nelayan mendapat kepastian harga hasil tangkapan layaknya petani padi yang saat ini telah memiliki jaminan harga gabah dari pemerintah.
Hal itu ia sampaikan saat bertemu nelayan dan meninjau Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng, Banyuwangi, Kamis (14/5).
Menurut Zulhas, selama ini nelayan kerap berada di posisi sulit karena ikan hasil tangkapan harus segera dijual setibanya di darat agar tidak membusuk. Kondisi itu membuat harga ikan sepenuhnya ditentukan pembeli.
“Kalau gabah kita jamin Rp 6.500. Nelayan juga harus punya kepastian harga dan keuntungan. Nelayan itu jangan sampai sudah melaut capek habis-habisan, di darat harga ikannya enggak jelas,” kata Zulhas.
Oleh karenanya pemerintah menyiapkan KNMP. Konsepnya terintegrasi, pemerintah menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang seperti cold storage, pabrik es, bengkel dan sarana prasarana melaut.
Dengan fasilitas itu, hasil tangkapan nelayan bisa disimpan sementara ketika harga sedang turun atau pasokan ikan melimpah di pasar.
“Nanti kalau ikan banyak dan harganya turun bisa disimpan dulu. Kalau belum terserap juga, SPPG dan program MBG bisa membeli ikan nelayan,” ujarnya.
Ketua KUB Sumber Laut Lateng, Saipul Rahman, mengamini pernyataan Zulhas. Selama ini nelayan sering menghadapi harga ikan yang anjlok saat hasil tangkapan melimpah.
“Kalau musim ikan ramai, biasanya harga dari pengepul malah turun. Kalau nanti ada kampung nelayan seperti yang disampaikan Pak Menteri, kami yakin harga ikan bisa lebih bagus,” ujar Saipul Rahman.
Ia berharap program tersebut benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan. Selain itu, nelayan juga berharap pemerintah membangun SPBU khusus untuk mendukung aktivitas melaut.
“Nelayan berharap ada SPBU khusus nelayan. Itu yang juga menjadi keinginan kami,” katanya.






