Terdampak Bau Pabrik Tembakau, Pelajar Satu Sekolah di Bojonegoro Gunakan Masker Saat Jam Pembelajaran

oleh -97 Dilihat
WhatsApp Image 2024 12 19 at 14.36.08
Sejumlah pelajar di SDN Sukowati melakukan proses belajar mengajar dengan menggunakan masker akibat bau busuk. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Aktivitas para pelajar di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, selama beberapa minggu terakhir harus terganggu akibat bau yang menyengat dari pabrik pengolahan tembakau milik PT. Satatec. Khususnya pelajar di SDN Sukowati dan TK Dharma Wanita.

Tituk, kepala SDN Sukowati mengatakan, akibat bau menyengat dari pabrik pengelohan daun tembakau yang berada di samping sekolahan membuat dia dan muridnya harus mengenakan masker saat proses belajar mengajar. “Sangat terganggu sekali dan sangat membahayakan kesehatan anak didik kami,” tegas Tituk, Kamis (19/12).

Tituk menyarankan kepada siswanya agar menggunakan masker ketika masuk sekolah agar dapat menjaga kesehatan siswanya dari bau menyengat yang timbul dari pabrik PT. Satatec. “Bahkan kami sempat memindahkan satu kelas ke musola karena kami kasihan ke anak pelajar kami yang masih kecil, apalagi guru kelasnya juga mengidap penyakit asma,” ujarnya.

Menurut Tutik, bau yang yang menyengat ini terjadi sejak 12 November kemarin. Pihaknya juga telah menyurati Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro atas bau yang mengganggu proses belajar mengajar di sekolahnya.

“Kami juga telah mendatangi pabrik, namun anehnya di pabrik kami tidak mencium bau tapi kalau di sekolahan baunya sangat menyengat. Namun, pihak perusahaan juga bersikap baik ke kami dan memindahkan jadwal produksi pabrik setelah jam belajar mengajar di sekolahan kami selesai. Alhamdulilah, sekarang sudah tidak bau lagi seperti kemarin,” jelas Tutik.

Sementara itu, Kepala Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Amik Rohandi mengatakan, pihak desa telah melakukan mediasi ke pihak perusahaan bersama Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro. “Hasil dari pertemuan kami kemarin mendapati perusahaan bersedia membelikan kipas angin yang akan ditaruh di luar gedung dan pemasangan AC di setiap ruang kelas,” ujar Amik Rohandi.

Sementara itu, pihak Satatec saat dikonfirmasi di lokasi pabrik hanya ditemui oleh pihak karyawan. Menurut Peristi Anjartami, pihak menejemen dari PT. Satatec sedang berada di luar kota, sehingga pihak Satatec tidak bisa menjelaskan secara rinci bau menyengat yang menimpa para anak didik di SDN Sukowati.

“Mohon maaf pihak manajemen sedang di Surabaya, tapi kami sudah memenuhi permintaan warga, tinggal pemasangan AC di setiap ruang kelas saja yang belum,” kata Peristi Anjartami. Menurutnya, bau yang menyengat tersebut akibat bahan baku berupa tembakau kering yang berada di lokasi pabrik PT. Satatec. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.