Tergusur Persib, Kandas Juara Paruh Musim, Persebaya Kami Haus Kabar Baik!

oleh -1836 Dilihat
PERSEBAYA SKUAD
Skuad Persebaya Surabaya. (foto website Persebaya)

KabarBaik.co- Persaingan menuju takhta juara Liga 1 Indonesia 2024/2025, makin seru. Beberapa pekan Persebaya Surabaya, sejatinya awet nangkring di puncak klasemen. Tapi, di ujung paruh musim, Green Force—julukan Persebaya–tergusur Persib. Tim asal Bandung itupun kini dipastikan menjuarai putaran pertama.

Tim Maung Bandung sukses merangsek ke puncak setelah sukses mengalahkan Persis Solo dalam pertandingan ke-16, Minggu (29/12). Pada pertandingan di Stadion Manahan, Solo, itu Persib menang 0-1. Dengan kemenangan itu, Persib telah mengumpulkan 38 poin dari 16 pertandingan.

Di putaran pertama, Persib masih akan menyisakan satu kali pertandingan lagi. Yakni, pada 7 Januari 2025. Tim asuhan Bojan Hodak itu bakal main tandang melawan Bali United. Meski nanti kalah sekalipun, Persib tetap kukuh di puncak klasemen paruh musim. Sebab, Persebaya sudah melakoni seluruh laga di putaran pertama tersebut dengan 37 poin.

Jika Persib nanti menang melawan Bali United, maka rentang atau selisih poin antara Persebaya dengan Persib menjadi 4 poin.

Persebaya tergusur dari puncak dan harus puas di posisi runner up setelah pada matchday ke-17 gagal menang melawan Bali United. Tim asuhan Paul Munster tersebut ditekuk Bali United dengan skor 2-0 pada Sabtu (28/12). Andaikan menang, tim Bajol Ijo akan mengoleksi 40 poin.

Di posisi ketiga, Persija Jakarta menguntit dengan 31 poin dari 17 pertandingan. Di urutan keempat, Arema yang telah melakoni 17 pertandingan mendapatkan 28 poin. Nah, di bawah Arema, ada Bali United dengan 16 pertandingan, meraih 27 poin. Jika menang melawan Persib, maka Bali United akan menyodok Arema dengan 30 poin.

Namun, komposisi tersebut baru paruh musim. Di putaran kedua, bukan tidak mungkin terjadi pergeseran-pergeseran luar biasa. Terlebih, tim-tim divisi utama itu akan berlomba belanja pemain baru. Dengan begitu makin memperkuat skuad mereka. Tidak terkecuali Persebaya. Kabarnya, tim kebanggaan Arek-Arek Suroboyo itu sudah siap mendatangkan sejumlah pemain unggulan.

Sama dengan putaran pertama, masing-masing tim akan menjalani sebanyak 17 laga. Baik home (kandang) maupun away (tandang). Khusus untuk Persebaya, bakal menjalani pertandingan kandang sebanyak 8 kali. Laga kandang, relatif menguntungkan lantaran mendapat dukungan penonton. Pada putaran pertama, praktis Persebaya hampir selalu meraih tiga poin saat bermain di kandang.

Nah, jika Persebaya ingin menjuarai Liga 1 pada musim ini, maka mau tidak mau harus menyapu bersih seluruh laga kandang kembali. Lalu, mencuri poin di laga-laga tandang.

Jika tidak, maka mimpi dan harapan Bonek—julukan suporter Perseebaya—agar tim kesayangannya juara akan kembali gagal terwujud. Menjadi juara merupakan asa besar. Sebab, sejak kembali promosi ke Liga 1 pada 2018, Persebaya belum pernah juara.

KABAR BAIK PERSEBAYA

Rekam Jejak Prestasi Persebaya

Persebaya merupakan salah satu klub sepak bola tertua sekaligus bersejarah di Tanah Air. Dalam perjalanannya mengarungi kompetisi, Persebaya telah mendulang sejumlah catatan prestasi membanggakan. Bagi warga Surabaya dan Jawa Timur, Persebaya bukan hanya memiliki pengaruh besar di ajang liga sepak bola Indonesia. Namun, juga catatan sejarah.

Setahun setelah PSSI didirikan, kompetisi perserikatan dimulai dengan Persebaya mencatat prestasi gemilang dengan meraih enam gelar juara. Dilansir dari berbagai sumber, pada musim perserikatan, Persebaya juara sebanyak enam kali. Yakni, pada musim 1941, 1950, 1951, 1952, 1975-1978, dan 1987-1988.

Kemudian, di era Liga Indonesia, Persebaya meraih juara di musim 1996-1997 dan 2004. Sebetulnya, pada 1998, Persebaya juga hampir meraih gelar juara. Namun, saat itu kompetisi dihentikan. Sebab, situasi politik nasional sedang idak stabil lantaran suara reformasi.

Selain catatan gemilang itu, Persebaya pun pernah mengalami masa sulit. Yakni, di era Liga Indonesia setelah sukses meraih gelar juara pada 2004. Bahkan, Persebaya memutuskan mundur di pertengahan musim kompetisi 2005. Akibat keputusan tersebut, Persebaya pun kena hukuman degradasi dari PSSI. Turun kasta, dari divisi utama ke Divisi Satu.

Pada 2008, Persebaya kembali ke level tertinggi sepak bola Indonesia. Sayang, pada musim 2009-2010, Persebaya mengalami perpecahan. Terjadi dualisme di kepungurusan sepak bola nasional. Persebaya 1927 dengan dukungan punuh Bonek, memilih ikut berkompetisi di Liga Primer Indonesia (LPI) yang saat itu tidak diakui PSSI.

Setelah mengalami dinamika cukup panjang, pada 2011, Persebaya 1927 meraih gelar juara. Adapun klub yang sebelumnya dikenal sebagai Persebaya, belakangan berubah nama menjadi Bhayangkara FC.

Lalu, ketika tergelar Kongres PSSI di Bandung pada 2017, akhirnya PSSI mengakui status Persebaya 1927. Namun, Persebaya harus memulai laga di Liga 2. Kala itu, PSSI mengizinkan Persebaya 1927 kembali menggunakan nama Persebaya.

Perubahan besar manajemen terjadi. Pada 2018, Persebaya pun sukses kembali ke Liga 1 hingga sekarang. Akankah pada musim ini akan juara? Ada kans cukup besar. Persebaya, Kami Haus Kabar Baik! (*)

Berikut Jadwal Pertandingan Persebaya di Putaran Kedua

  • 17 Januari: Persebaya vs Malut United
  • 25 Januari: Barito Putera vs Persebaya
  • 31 Januari: Persebaya vs Persita Tangerang
  • 7 Februari: Persis Solo vs Persebaya
  • 15 Februari: Persebaya vs PSBS Biak
  • 21 Februari: Dewa United vs Persebaya
  • 1 Maret: Persebaya vs Persib Bandung
  • 7 Maret: PSM Makassar vs Persebaya
  • 12 Maret: Persebaya vs PSIS Semarang
  • 12 April: Persija Jakarta vs Persebaya
  • 20 April: Persebaya vs Madura United
  • 28 April: Arema Malang vs Persebaya
  • 5 Mei: Persik Kediri vs Persebaya
  • 11 Mei: Persebaya vs Semen Padang
  • 18 Mei: Borneo FC vs Persebaya
  • 24 Mei: Persebaya vs Bali United

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.