KabarBaik.co, Nganjuk – Tanaman bawang merah milik Bagus Dewantara seluas 150 ru di Desa Butuh, Kecamatan Wilangan, mendadak mati layu total setelah disiram air yang diduga dicampur obat pembasmi rumput oleh orang tak dikenal (OTK).
“Kejadian bermula saat saya menyalakan water atau diesel untuk mengairi sawah. Anehnya, air yang biasanya jernih tiba-tiba berubah warna menjadi putih keruh,” ujar Bagus Dewantara, Senin (20/4).
Meski sempat merasa aneh, Bagus tidak curiga dan tetap melanjutkan proses penyiraman. Namun, dugaan buruknya itu terbukti keesokan harinya. Saat datang ke areal sawah, ia dibuat kaget dan syok melihat seluruh tanaman bawang merahnya yang sudah berumur sebulan mendadak kering dan mati.
“Seketika itu juga saya curiga, pasti ada orang yang sengaja memasukkan atau mencampurkan obat pembasmi rumput ke dalam saluran air atau diesel tersebut agar tanaman saya mati,” tambahnya menjelaskan kronologi kejadian.
Kerugian yang diderita diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Mengingat tanaman tersebut sudah berumur satu bulan dan tinggal menunggu panen. Nasib malang ini tentu sangat merugikan secara ekonomi.
Diduga kuat peristiwa ini merupakan ulah oknum yang memiliki masalah pribadi atau dendam dengan korban. Untuk menuntut keadilan dan memberikan efek jera, Bagus tidak tinggal diam.
“Supaya pelaku ditindak tegas dan kejadian ini tidak terulang lagi, saya sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Wilangan. Saya berharap polisi segera menangkap pelakunya,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan penelusuran guna mengungkap identitas pelaku serta motif sebenarnya di balik perusakan tanaman tersebut.








