Titik Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Berubah, Ini Penjelasan Tim SAR Gabungan

oleh -513 Dilihat
IMG 20250710 WA0043
Jumpa pers pencarian hari ke-9 di Pelabuhan Ketapang

KabarBaik.co – Tim SAR gabungan berhasil mendapat data baru dalam pencarian bangkai KMP Tunu Pratama Jaya, Kamis (9/7). Objek berjarak 30 meter dari kabel laut dipastikan bukan bangkai kapal yang dicari.

Berdasarkan pemindaian bawah air menggunakan side scan sonar milik KRI Spica, dimensi objek itu hanya hanya 14 meter x 3 meter.

“Jauh lebih kecil dari dimensi KMP Tunu Pratama Jaya yang memiliki lebar sekitar 12 meter dan panjang 63-74 meter,” kata Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II, Laksma TNI Endra Hartono dalam jumpa pers, Kamis (10/7).

Namun tim mendapati objek logam lain yang disinyalir KMP Tunu Pratama Jaya berada di jarak yang lebih jauh dari kabel bawah laut.

“Lokasi objek berjarak 3,6 kilometer sisi selatan dari kabel bawah laut milik PLN yang terakhir,” imbuh Endra.

Sementara itu dalam proses penggambaran bawah air kendala utama adalah arus deras. Akibatnya, alat-alat pengidentifikasi tidak bisa diturunkan.
Kecepatan arus laut itu, kata dia, melebihi kemampuan alat perekam gambar remotely operates vehicle (ROV) menahan arus.

Saat tim SAR gabungan dari unit bawah laut menurunkan kamera untuk merekam gambar kapal sehari sebelumnya, perangkat terlepas saat mengenai arus laut berkecepatan 3 knot.

“KRI Spica sudah mengambil sampel arus di tempat ini. Mengambil tiga sampel, yakni di kedalaman 0-10 meter, 10-30 meter, dan 30 meter ke bawah. Arusnya bervariasi dan yang terkuat ada di tengah di kedalaman 9-10 meter,” kata Endra.

Endra menjelaskan, penurunan ROV untuk merekam objek diduga KMP Tunu Pratama Jaya akan dilakukan esok hari atau Jumat (11/7) apabila arus memungkinkan.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menjelaskan, pihaknya akan menurunkan ROV apabila arus memungkinkan. ROV ini adalah alat perekam gambar yang biasa dipakai untuk mencari black box dalam kecelakaan pesawat di laut.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.