TNI–Bulog Perkuat Kerja Sama Serap Gabah Petani di Lombok Tengah, Target 20 Ribu Ton

oleh -223 Dilihat
13e6ed41 84ce 4240 b0ae 0a47c216f06f

KabarBaik.co, Lombok Tengah – Sinergi antara TNI dan Badan Urusan Logistik (Bulog) terus diperkuat dalam upaya memaksimalkan penyerapan gabah petani di Kabupaten Lombok Tengah. Jajaran Babinsa Kodim 1620/Lombok Tengah diterjunkan untuk mengawal seluruh proses penyerapan gabah, mulai dari tingkat petani hingga ke penggilingan.

Pengawalan tersebut dilakukan untuk memastikan target penyerapan gabah sebesar 20.000 ton di wilayah Lombok Tengah dapat tercapai tepat waktu. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Komandan Kodim 1620/Lombok Tengah, Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti, mengatakan keterlibatan TNI dalam mendampingi Bulog merupakan bentuk implementasi nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan stok pangan.

Ia menjelaskan, seluruh Babinsa diinstruksikan turun langsung ke lapangan, mulai dari area persawahan hingga lokasi penggilingan padi, untuk memastikan hasil panen petani terserap secara maksimal oleh Bulog.

“Kami telah menginstruksikan seluruh Babinsa di tiap desa untuk turun langsung ke sawah dan penggilingan. Tujuannya memastikan gabah hasil panen petani terserap maksimal oleh Bulog dengan harga sesuai ketentuan pemerintah atau harga pembelian pemerintah (HPP),” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/3).

Selain melakukan pengawasan harga, Babinsa juga memberikan pendampingan kepada petani terkait standar kualitas gabah yang dapat diterima oleh Bulog. Edukasi tersebut meliputi kadar air dan tingkat kebersihan gabah agar sesuai dengan standar penyimpanan di gudang Bulog.

Menurutnya, langkah ini penting agar gabah petani tidak mengalami penolakan saat proses penyerapan dan pengiriman ke gudang Bulog.

Karimmuddin menambahkan, hingga pertengahan Maret 2026 progres penyerapan gabah di Lombok Tengah menunjukkan tren positif. Kolaborasi antara TNI, Bulog, dan Dinas Pertanian diharapkan mampu memutus mata rantai tengkulak yang kerap memainkan harga saat musim panen raya.

“Target 20.000 ton ini diproyeksikan dapat terpenuhi selama musim tanam tahun 2026 sebelum memasuki musim kemarau,” katanya.
Dengan pengawalan dari jajaran Kodim 1620/Lombok Tengah, penyerapan gabah diharapkan berjalan optimal sehingga distribusi pangan di wilayah Nusa Tenggara Barat tetap stabil serta memberikan kepastian harga bagi petani.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini
Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.