#TolakRUUTNI Trending! Jadi Jejak Digital, Ini Profil Ketua Panja dari PDIP Utut Adianto dan Jumlah Kekayaan

oleh -622 Dilihat
UTUT ADIANTO
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto

KabarBaik.co- Pembahasan revisi Undang-Undang (UU) tentang TNI oleh panitia kerja (Panja) Komisi I DPR dan pemerintah di hotel mewah, terus memantik kontroversi. Tagar Tolak RUU TNI menjadi trending topic di jagad media sosial. Di X (Twitter), misalnya. Pada Minggu (16/3) siang, #TolakRUUTNI telah menembus ratusan ribu. Tepatnya, 268 ribu pos.

Fairmont, salah satu hotel termewah di Indonesia yang menjadi lokasi rapat pada akhir pekan ini, juga trending. Bahkan, tidak sedikit warganet yang ‘’menyerang’’ hotel di Jakarta Pusat itu melalui narasi di laman resminya. Yang menarik, belakangan PDIP pun tak luput dari sorotan. Maklum, ternyata ketua Panja RUU TNI adalah Utut Adianto, yang tidak lain menjabat ketua Fraksi PDIP DPR. Utut juga merupakan ketua Komisi I DPR.

Dinilai Melukai Hati Rakyat! Rapat DPR Bahas Polemik RUU TNI di Hotel Mewah

Dengan menjadi ketua Panja RUU TNI, nama Utut Adianto jelas terekam dalam jejak digital sejarah bangsa. Lantas, siapa sebetulnya sosok Utut Adianto? Dilansir dari beberapa literatur dan liputan media, Utut lahir di Jakarta, 16 Maret 1965. Ia anak keempat dari lima bersaudara. Utut menikah dengan Tri Hatmanti dan dikaruniai seorang anak bernama Mekar Melati Mewangi.

Masa sekolah dasar hingga menengah, diselesaikan di Jakarta. Saat berusia 6 tahun, Utut sudah mengenal catur dari kakaknya. Pada 1973, ketika berumur 8 tahun, ia kursus di klub catur Kencana Chees Club. Sejak itu, ia menekuni catur. Berbagai turnamen catur diikuti. Ia meraih juara junior Jakarta pada 1978, saat berumur 13 tahun. Setahu kemudian, juara junior tingkat nasional. Prestasi di bidang catur makin menanjak.

Di usia 16 tahun, Utut juara dua tingkat dunia dalam turnamen di Puerto Rico. Tak lama setelah itu, Utut meraih gelar master nasional pada 1982. Selanjutnya berturut-turut meraih gelar master internasional dan grand master internasional. Saat meraih gelar grand master, ia adalah pecatur Indonesia termuda yang berhasil mencapai puncak itu di usia 21 tahun. Bahkan, Utut sempat menjadi grand master super pada 1995-1999, saat ELO ratingnya melebihi 2600.

Kecintaan Utut pada catur dibuktikan dengan kerja keras ketimbang yang lain. Bahkan, ia sempat minta mundur kuliah dari Produ Hubungan Internasional FISIP Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung untuk konsentrasi ikut turnamen catur, walaupun akhirnya berhasil menyelesaikan kuliah.

Setelah selesai kuliah, Utut mulai menjalani pekerjaan normal dengan bekerja di sebuah perusahaan. Namun, karena begitu cinta dengan catur, Utut mundur dari kerja kantoran pada 1991. Pada tahun itu, ia mempersunting Tri Hatmanti sebagai istri. Tri merupakan seorang dokter.

Menikah tidak lantas membuat Utut berhenti mengurangi keikutsertaannya di kompetisi catur. Setidaknya, ia mewakili tim nasional Indonesia sebanyak 94 kali ke luar negeri. Bahkan, sempat menembus ranking tertinggi di dunia dengan peringkat 39, ELO ratingnya mencapai 2615, pada 1997.

Selain menjadi pecatur, Utut juga mendirikan sekolah catur. Banyak bibit pecatur cilik lahir di sekolah ini. berhasil membuka Sekolah Catur Utut Adianto di Bekasi, Jawa Barat, pada 1993. Dari sekolah ini, lahir Susanto Megaranto, pecatur cilik yang meraih master internasional pada usia 15 tahun.

Sukses di dunia catur, Utut mencoba melirik dunia politik. Pada 2009, ia ikut Pileg dan terpilih sebagai anggota DPR RI dari PDIP periode 2009-2014. Pada Pemilu berikutnya, ia kembali terpilih menjadi anggota DPR dari dapil Jawa Tengah untuk masa bakti 2014-2019. Lalu, berlanjut ke periode 2019-2024, dan kini telah memasuki periode keempat 2024-2029.

Pada Pemilu 2024 lalu, Utut dari Dapil 7 Jawa Tengah, yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen. Utut memperoleh sebanyak 116.794 suara. Capaian suara Utut ini menempati urutan pertama di antara peraih kursi dari dapil bersangkutan.

Pada periode ketiga Utut menjadi salah seorang wakil ketua Komisi I. Nah, pada periode keempat, Utut dipercaya menjadi ketua Komisi I yang membidangi Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika. Sebelumnya, pada Februari 2016, Utut ditetapkan sebagai wakil ketua Komisi X yang mengurusi bidang pendidikan, perpustakaan, ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga.

Berapa jumlah kekayaannya? Dari LHKPN yang disampaikan ke KPK pada 2023 lalu, total harta kekayaan Utut sebesar Rp 23,7 miliar. Sebuah tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan jadi penyumbang terbesar harta kekayaannya. Utut juga memiliki satu unit mobil Land Cruiser senilai Rp 1,5 miliar. Selain itu, ada kas dan setara kas sebesar Rp 5,1 miliar.  (*)

—-.

Profil dan Data Utut Adianto

Kekuarga

  • Istri       : Tri Hatmanti
  • Anak     : Mekar Melati Mewangi

Pendidikan

  • SDN Blok B II Pagi, Jakarta Selatan
  • SMPN 12 Wijaya, Jakarta
  • SMAN 6, Bulungan, Jakarta Selatan
  • S1, Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Padjajaran, Bandung, 1989

Karier

  • Sales Manajer PT. Ekatama Putra Perkasa (1992 – 1994)
  • Managing Director PT. Ekatama Putra Perkasa (1995 – 2004)
  • Komisaris PT. Ekatama Putra Perkasa (2004 – Sekarang)
  • Manager Japfa Chess Club (2001 – Sekarang)
  • Ketua Dewan Guru Sekolah Catur Utut Adianto (1993 – Sekarang)
  • Ketua Umum PB Percasi (2004 – 2005)
  • Wakil Ketua Umum PB Percasi (2005 – 2009
  • Wakil Ketua Umum PB Percasi (2010 – 2013)
  • Ketua Badan Liga Catur Nasional (2009 – 2013)
  • Vice President Asean Chess Confederation (2007 – 2011)
  • Grand Master Council of Fide (1999 – 2003)
  • Satu dari lima Maha Guru Catur Dunia (Fide Senior Trainer)
  • Ketua komisi Sport & Environtment KOI (2007 – 2009)
  • Ketua PORA Taruna Merah Putih Tingkat Nasional (Tahun 2008)
  • Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga PDI Perjuangan (Tahun 2010)
  • Anggota DPR RI Periode (2009 – 2014), (2014-2019), (2019-2024), dan (2024-2029)

Gelar

  • Master Nasional, 1982
  • FIDE Master, 1983
  • Master Internasional,1985
  • Grand Master Internasional,1986
  • Juara Nasional, 2 kali, 1982 & 1992
  • Menjadi juara termuda sepanjang sejarah, 17 tahun 3 bulan
  • Berulang kali Juara Open Turnamen Nasional
  • Mewakili Team Nasional sebanyak 94 kali ke Luar Negeri
  • Ranking tertinggi di dunia  ke 39,  1997

Penghargaan

  • Pin Emas dari Kemenpora sebagai mantan atlet yang sukses dalam karie,r 2011
  • Parama Krida Utama dari Presiden RI, 1995
  • Olahragawan Terbaik, 1995
  • Para Krida Pratama dari Menpora, 1992

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.