KabarBaik.co, Malang – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang melakukan peninjauan langsung ke lahan perkebunan cabai dan peternakan ayam di Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (4/3). Kegiatan ini dirangkaikan dengan High Level Meeting (HLM) TPID Kota Malang untuk merumuskan langkah pengendalian harga komoditas strategis.
Berdasarkan hasil pemantauan pasar, harga cabai di tingkat konsumen masih berada pada kisaran Rp 100.000 hingga Rp 120.000 per kilogram. Sementara itu, harga di daerah pemasok tercatat sekitar Rp 80.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan pasokan dari luar daerah belum sepenuhnya mampu menekan harga di tingkat konsumen.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Malang tidak hanya memantau kenaikan harga, tetapi juga menyiapkan langkah intervensi yang terukur agar stabilitas harga tetap terjaga tanpa merugikan petani dan peternak.
“Harga cabai saat ini memang tinggi seiring meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan. Kami tidak ingin harga di tingkat konsumen tinggi, sementara petani dan peternak tidak memperoleh keuntungan yang layak. Karena itu, setiap intervensi harus diperhitungkan secara cermat agar adil bagi semua pihak,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen. Stabilitas harga tidak boleh dicapai dengan cara yang justru merugikan petani cabai maupun peternak ayam.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Malang akan mengoptimalkan program Warung Tekan Inflasi (WTI) dengan dukungan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Melalui skema tersebut, pemerintah membeli komoditas dengan harga tertentu dan menjualnya kembali di pasar dengan harga yang sama sebagai referensi harga agar pasar tetap terkendali.
Selain itu, TPID juga memetakan opsi kerja sama antar daerah (KAD) untuk memperkuat pasokan, sekaligus mengoptimalkan potensi produksi cabai dan ayam potong di wilayah Kota Malang, khususnya di kawasan Kedungkandang dan Tlogowaru.
“Kami akan menindaklanjuti hasil pemantauan pasar dan rekomendasi TPID untuk menentukan bentuk intervensi yang paling tepat. Baik melalui kerja sama antar daerah maupun optimalisasi potensi dalam kota. Yang terpenting, harga tetap stabil dan inflasi Kota Malang terkendali,” pungkas Wahyu.
Pemantauan langsung ke pasar akan terus dilakukan oleh TPID sebagai dasar evaluasi kebijakan lanjutan selama periode Ramadan dan menjelang hari besar keagamaan. (*)







