KabarBaik.co, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, Jumat (3/7). Fasilitas yang didukung pendanaan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melalui program Clean Rivers itu diproyeksikan menjadi solusi pengelolaan sampah di kawasan perkotaan.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. TPS3R yang dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare tersebut ditargetkan rampung dalam 10 bulan.
“TPS3R Kertosari ini diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan sampah yang ada di kota. Karena kota ini memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, maka pengelolaan sampah memang harus ditangani secara khusus,” kata Ipuk.
TPS3R Kertosari memiliki kapasitas pengolahan sekitar 50 ton sampah per hari dan akan melayani 56 desa/kelurahan di Kecamatan Banyuwangi serta sejumlah wilayah sekitarnya. Sampah yang telah dipilah dari rumah tangga akan diolah di fasilitas tersebut sehingga dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Ipuk menegaskan, penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas pengolahan. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga menjadi kunci keberhasilan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi, Bayu Hadiyanto menjelaskan, pembangunan TPS3R Kertosari menambah jumlah tempat pengolahan sampah berkelanjutan di Banyuwangi.
Sebelumnya, dua TPS3R telah dibangun di dua wilayah lain. Pertama, TPS3R di Desa Baluk, Kecamatan Songgon yang telah beroperasi sejak 2023. TPS3R itu telah melayani 73 desa dengan kapasitas pengolahan sampah 100 ton.
Kedua, TPS3R di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo yang proses pembangunannya kini berjalan 50 persen. Berkapasitas 160 ton, tempat pengolahan sampah ini akan menjangkau 37 desa di delapan kecamatan.
Dua TPS3R pertama ini dibangun dengan pendanaan dari Pemerintah Norwegia dan korporasi asal Austria, Borealis.
“Setelah Kertosari, akan ada dua tempat pengelolahan sampah yang akan dibangun ke depan. Yakni di Kecamatan Genteng dan Wongsorejo. Untuk di Genteng, pembangunan melalui program Clean Rivers dan didanai Uni Emirat Arab. Sementara di Wongsorejo akan dibangun oleh Kementerian PU,” lanjut Bayu.
Senior Program Manager Banyuwangi Hijau, Lintong Manik, mengatakan, pembangunan TPS3R Kertosari merupakan bagian dari pendekatan sistemik, transformasi perilaku, dan kelembagaan pengelolaan sampah.
“Kami memperkuat keseluruhan ekosistem pengelolaan sampah, mulai dari rumah tangga, desa, hingga pengolahan akhir. TPS3R Kertosari ini adalah bagian dari upaya tersebut, yang akan meningkatkan kapasitas layanan serta mendorong praktik pengelolaan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Lintong. (*)







