KabarBaik.co, Pasuruan – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dirayakan dengan penuh hikmat oleh umat Islam di berbagai daerah di belahan dunia.
Tidak ketinggalan, warga Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan turut menggelar peringatan maulid dengan tetap mempertahankan tradisi warisan leluhur.
Ratusan warga mulai dari anak-anak, ibu-ibu, hingga bapak-bapak tampak antusias mengikuti tradisi Cobekan. Mereka membawa cobek berbahan tanah liat yang diisi aneka makanan dan buah-buahan.
Setelah dikumpulkan di masjid untuk memanjatkan doa bersama serta mendengarkan tausyiah, cobek yang berisi makanan dan buah tersebut kemudian dibagikan kembali kepada warga untuk dinikmati bersama.
Tradisi Cobekan ini kaya akan makna dan filosofi kehidupan manusia dalam mencari keberkahan serta ketentraman hidup bermasyarakat.
Cobek yang berfungsi sebagai alat memasak dari tanah melambangkan asal usul penciptaan manusia serta mengajarkan sifat rendah hati sebagaimana diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW.
Takmir Masjid Al Khusnah, Moch Musonef, menyampaikan bahwa tradisi Cobekan sudah lama dikenal masyarakat Pasuruan setiap kali peringatan Maulid Nabi tiba.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan zaman, tradisi ini terus dipertahankan demi menjaga nilai-nilai filosofis kehidupan tersebut.
“Tradisi cobekan sudah dikenal di Pasuruan setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad digelar. Dengan perkembangan teknologi dan zaman, tradisi ini terus dipertahankan untuk menjaga filosofi yang ada tentang kehidupan,” ujar Moch Musonef, Senin (24/8) malam.
Ia mengakui bahwa tantangan untuk mempertahankan tradisi Cobekan saat ini terbilang cukup berat. Namun, dengan merangkul generasi muda dan seluruh lapisan masyarakat, tradisi ini diyakini akan terus lestari.
“Kami pengurus masjid tetap berupaya melestarikan tradisi yang penuh makna ini, meskipun generasi muda mulai melupakan, namun filosofi kehidupan dunia ini tidak bisa ditinggalkan,” jelasnya.
Melalui tradisi ini, pengurus masjid berharap umat Islam dapat senantiasa menjalankan perintah Allah SWT dan meneladani Nabi Muhammad SAW, terutama dalam menjaga kerendahan hati demi mencapai ketentraman hidup.







