KabarBaik.co, Gresik – Cara tragis dipilih RAS, seorang santri usia 16 tahun asal Tambaksari, Kota Surabaya untuk mengakhiri hidup.
Remaja yang menempuh pendidikan di pondok pesantren (ponpes) wilayah Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, Gresik itu ditemukan meninggal dunia gantung diri, Rabu (6/5) petang.
RAS ditemukan tak bernyawa di pekarangan belakang sekolah tempatnya belajar sekitar pukul 17.30 WIB oleh rekan-rekannya. Hal tersebut dibenarkan Kapolsek Kedamean Iptu Ekwan Hudin.
Peristiwa nahas itu bermula sekitar pukul 15.00 WIB ketika RAS ketahuan bermain laptop di musala oleh pengasuh ponpes. Padahal, seharusnya laptop berada di ruang lab. Korban pun langsung ditegur.
Usai mendapat teguran, korban menyampaikan kepada rekan-rekannya bahwa dia merasa malu dan berniat mengakhiri hidup. “Saksi rekan korban waktu itu beranggapan bahwa korban bercanda,” ungkap Ekwan Hudin.
Namun selang beberapa waktu, saksi melihat korban membawa tali tampar dari dalam gudang menuju pekarangan belakang ponpes. Kepanikan mulai muncul ketika RAS tidak kunjung kembali.
Saksi bersama teman-teman lainnya langsung mencari korban di pekarangan belakang. Bak tersambar petir di siang bolong, RAS ditemukan tak bernyawa di pohon.
“Korban sudah dievakuasi. Kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut,” tandasnya.(*)
Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.








