Tragis! Pelajar SMK di Jember Ditemukan Tewas Tergantung Dekat Saluran Air

oleh -772 Dilihat
Korban saat ditemukan oleh warga. (Ist)
Korban saat ditemukan oleh warga. (Ist)

Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

 

KabarBaik.co, Jember – Warga Kecamatan Panti, Jember mendadak gempar setelah seorang remaja berinisial AI, 16 tahun, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri pada Senin (27/4).

Korban yang tercatat sebagai siswa kelas 11 SMK ini ditemukan di area rimbun dekat saluran air tak jauh dari lingkungan Pesantren Al Hasan, Desa Kemiri.

Jasad AI pertama kali ditemukan sekitar pukul 08:00 WIB oleh seorang warga yang sedang mencari rumput di sekitar lokasi.

Korban ditemukan dalam kondisi leher terjerat tali yang dikaitkan pada sebatang pohon bambu.

Kapolsek Panti, AKP Agus Idham Khalid, mengonfirmasi peristiwa tragis tersebut setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan di tempat kejadian.

“Benar, ada kejadian pelajar SMK ditemukan meninggal dunia karena gantung diri. Kami baru saja selesai melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari pihak pesantren serta saksi terkait,” ujar Agus, saat dikonfirmasi pada Selasa (28/4).

Setelah menerima laporan, Tim Inafis Polres Jember bersama Polsek Panti segera mengevakuasi korban ke Puskesmas Panti untuk menjalani visum.

Berdasarkan pemeriksaan medis awal, polisi menyimpulkan bahwa kejadian ini merupakan murni tindakan bunuh diri. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik keputusan nekat remaja tersebut. Belum ditemukan surat wasiat atau pesan terakhir yang menjelaskan alasan korban mengakhiri hidupnya.

“Kami belum mengetahui motif pastinya hingga korban mengambil jalan pintas tersebut,” tambah Agus.

Terkait kejadian memilukan ini, AKP Agus mengimbau masyarakat, terutama para remaja, agar lebih terbuka dalam menghadapi masalah.

Ia menekankan pentingnya komunikasi dengan orang terdekat sebagai solusi atas tekanan hidup.

“Jika memiliki permasalahan, carilah solusi melalui komunikasi, jangan mengambil jalan pintas yang merugikan diri sendiri dan keluarga,” tegasnya.

Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut. Jenazah AI kini telah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan di TPU Desa Kemuningsari, Jember. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.