KabarBaik.co, Nganjuk – Bupati Nganjuk sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan pentingnya Gerakan Pramuka sebagai ruang utama pendidikan karakter bagi generasi muda.
Pendidikan karakter tersebut dinilainya harus tumbuh dari keteladanan, pengalaman, dan kebersamaan, bukan dibentuk lewat rasa takut.
Pesan mendalam ini disampaikan Bupati Marhaen saat menghadiri Upacara Ulang Janji dan Renungan Hari Pramuka ke-65 di Pendopo K.R.T. Sosrokoesoemo, Nganjuk.
Momentum refleksi yang digelar oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Nganjuk ini turut dihadiri Ketua Kwarcab Nganjuk Sopingi, jajaran Forkopimda, serta ratusan pembina dan pengurus Pramuka se-Kabupaten Nganjuk.
“Pramuka tidak cukup hanya membentuk anak yang berani, tetapi juga harus membentuk anak yang mampu menghargai, bertanggung jawab, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” tegas Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut, Jumat (14/8).
Kang Marhaen juga mendorong agar pendidikan kepramukaan di Nganjuk terus menggali potensi dan kearifan lokal, mulai dari kebudayaan, lingkungan, hingga sektor pertanian. Dengan demikian, Pramuka dapat tumbuh dan hadir secara nyata di tengah-tengah kehidupan masyarakat.
“Pramuka mengajarkan kita spiritualitas mendalam untuk mengarahkan segala sesuatu kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita dilatih untuk memiliki kesabaran revolusioner dalam mendidik adik-adik kita, serta menyadari bahwa pengabdian kita adalah sarana ibadah,” ujar Politikus PDIP tersebut menekankan pentingnya nilai keimanan.
Di samping itu, Kang Marhaen mengingatkan pentingnya prinsip “Jas Merah” (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah) agar para anggota Pramuka memahami sejarah panjang perjuangan bangsa di balik seragam cokelat yang mereka kenakan.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Ketua Kwarcab Nganjuk, Kakak Sopingi, atas dedikasinya yang dinilai luar biasa dalam memajukan kepramukaan di Nganjuk.
“Pramuka tidak cukup hanya membentuk anak yang berani, tetapi harus membentuk anak yang mampu menghargai, bertanggung jawab, mandiri dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” pungkas Kang Marhaen.






