Tutup Usia, Sosok dan Kiprah KH Mansoer Shodiq Ulama Penuh Kesederhanaan

oleh -268 Dilihat
b2426aa7 b044 4269 bdb5 708dcd866846
Pakflet duka meninggalnya KH Mansoer Shodiq. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum KH Mansoer Shodiq, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik periode 2014–2024, yang wafat pada Minggu pagi (27/4) di Rumah Sakit Semen Gresik.

Jenazah tokoh yang dikenal sederhana dan disiplin itu rencananya akan disalatkan di Masjid Agung Gresik usai salat Dzuhur dan dimakamkan di pemakaman umum GKB.

Sekitar pukul 08.30 WIB, jenazah tiba di rumah duka. Tak terdengar isak tangis histeris, namun wajah para pelayat tampak sendu.

Mereka adalah sahabat, kerabat, santri, hingga warga biasa yang datang memberi penghormatan terakhir kepada sosok yang selama hidupnya dikenal merakyat dan memegang kuat prinsip persaudaraan lintas organisasi keagamaan.

Suguri, Ketua Ranting 4 Muhammadiyah GKB yang juga warga Randuagung, menyebut almarhum sebagai pribadi yang hangat dan tidak membeda-bedakan latar belakang orang lain.

Innalillahi! Mantan Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq Wafat di Usia 77 Tahun

“Saya tetangga beliau. Meski saya Muhammadiyah dan beliau tokoh NU, kami sangat akrab. Beliau tidak pernah menonjolkan jabatan,” katanya, Minggu (27/4).

f36349a3 f679 4ea5 a228 96d084f43135
Suasana rumah duka. (Foto: Muhammad Wildan Zaky)

Muslih, Ketua Bidang Ekonomi Syariah MUI Gresik, mengenang kiprah panjang almarhum di lembaga keulamaan itu.

“Saya masuk kepengurusan MUI tahun 2019. Selama saya bergabung, beliau adalah pemimpin yang disiplin dan sederhana. Tidak pernah telat, hampir tidak pernah absen dalam semua kegiatan MUI. Meski sudah tidak menjabat, beliau tetap aktif sebagai dewan pertimbangan dan masih tetap sama kedisiplinannya,” tutur Muslih.

Sebelum menjabat sebagai ketua MUI, KH Mansoer Shodiq mengabdi di Kementerian Agama Gresik. Setelah pensiun, ia dipercaya memimpin MUI Gresik selama dua periode dan mencetak berbagai capaian, termasuk membawa MUI Gresik menjadi juara satu akreditasi MUI se-Jawa Timur pada 2023.

“Beliau sangat disiplin, terutama dalam administrasi. Itu menjadi warisan besar bagi kami. Keteladanan, kesederhanaan, dan keberanian merangkul semua golongan menjadi ciri khasnya,” ujar Muslih.

Di teras rumah, orang-orang duduk diatas kursi yang disediakan. Beberapa yang lain membaca doa dalam lirih. Yang lain terdiam, larut dalam keheningan. Tidak ada suara keras, tidak pula formalitas berlebih. Yang terasa justru adalah aura kehilangan atas seorang tokoh yang telah lama menjadi bagian dari denyut kehidupan warga sekitar.

“Kalau beliau lewat, pasti menyapa. Sopan sekali. Kami merasa kehilangan,” ujar seorang ibu sambil memeluk cucunya.

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Gresik Makmun juga merasakan duka mendalam. Ia cukup lama turut mendampingi KH Mansoer Shodiq di MUI. Baginya, kiai kelahiran 1948 tersebut adalah guru sekaligus panutan.

“Beliau adalah sosok ulama, pendidik, dan panutan yang dengan ketulusan, ilmu, dan akhlaknya membimbing kami bagaimana cara mengabdi,” katanya mengisahkan sosok KH Mansoer Shodiq.

“Jejak perjuangan, ilmu, dan keteladanan beliau akan terus hidup dan menjadi penerang jalan kami. Semoga Allah menerima segala amal shalih beliau, mengampuni segala dosa dan kesalahan beliau, serta menempatkan beliau di surga-Nya yang paling mulia,” tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Wildan Zaky
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.