Update Pencarian 7 Warga Gresik yang Hilang Tertimpa Rumah Kontainer di Perairan Madura, Radius Pencarian Diperluas

Editor: Andika DP
oleh -1715 Dilihat
Anggota Satpolairud Polres Gresik saat memantau sekitar lokasi kejadian dua perahu tertimpa rumah kontainer. (Foto: Ist/Andika DP)

KabarBaik.co – Proses pencarian tujuh orang pengumpul besi tua asal Kabupaten Gresik yang hilang usai insiden dua perahu tertimpa kontainer PHE WMO di perairan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Madura terus dilakukan. Radius pencarian diperluas.

Hal itu disampaikan Kasatpolairud Polres Gresik AKP Winardi, Jumat (14/6). Pihaknya mengerahkan enam personel dan kapal patroli membantu pencarian tujuh warga Gresik yang hilang ditelan lautan itu.

Polairud bersama tim gabungan terus melakukan penyisiran. “Untuk hari ini (hasilnya, red) nihil. Titik pencarian di lokasi Klampis, melebar sedikit sekitar 2 mil,” ucap Kasatpolairud Polres Gresik AKP Winardi saat dikonfirmasi awak media.

Tim Satpolairud Polres Gresik bergabung bersama kapal negara yang dikerahkan Basarnas dan pihak lainnya. Pihaknya telah membuka posko informasi yang akan mengabarkan perkembangan proses pencarian para korban.

Identitas 16 Korban Tertimpa Rumah Kontainer Pertamina, Polairud Gresik: 1 Tewas, 7 Hilang dan 8 Selamat

Baca juga:  Sakit Hati Merasa Tak Dimanusiakan, Sopir di Gresik Jual Mobil Majikan

Sebelumnya, BASARNAS Kantor SAR Surabaya mengerahkan KN (Kapal Negara) SAR 249 Permadi untuk mencari 7 orang yang mengalami kecelakaan di perairan laut di area PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), Kabupaten Bangkalan.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Muhamad Hariyadi selaku SMC (SAR Mission Coordinator) dalam operasi SAR kali ini mengatakan, pihaknya mengerahkan KN SAR 249 Permadi dengan 12 orang kru untuk membantu upaya pencarian 7 orang korban yang belum ditemukan.

KN SAR 249 Permadi bertolak dari Dermaga Navigasi Tanjung Perak menuju ke lokasi kejadian kecelakaan laut yang terletak di koordinat 6° 51′ 29.50″ S 112° 56′ 52.10″ E, jarak yang ditempuh sekitar 33,3 mil laut.

Dalam proses pencarian ini, lanjut Hariyadi, tim KN SAR 249 Permadi berupaya menyisir area dengan radius sekitar 2 mil laut dari lokasi kejadian. Tim KN SAR 249 Permadi juga berkoordinasi dengan Satpolairud Gresik, Satpolairud Bangkalan, Pos Kamladu Gresik, Syahbandar Gresik, BPBD kabupaten Gresik dan nelayan sekitar, guna mengoptimalkan upaya pencarian.

Baca juga:  Pilkada 2024, Peluang Bupati Gresik Kantongi Rekom 3 Partai

Pada saat yang bersamaan, tim SAR gabungan juga berupaya berkoordinasi dengan SROP Surabaya dan VTS Surabaya guna pemapelan informasi kejadian kecelakaan ini kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Hal ini dimaksudkan agar mereka memberikan bantuan jika menemukan para korban.

Tertimpa Rumah Kontainer di Tengah Laut, 1 Nelayan Gresik Ditemukan Tewas dan 7 Masih Hilang

Sebelumnya diberitakan, insiden nahas menimpa dua perahu yang mengangkut belasan orang asal Kabupaten Gresik. Perahu-perahu itu dikabarkan tenggelam setelah tertimpa bangunan rumah kontainer milik perusahaan pengeboran minyak.

Baca juga:  Horeg! Gempa Magnitudo 6.1 di Perairan Tuban Terasa hingga Gresik

Delapan nelayan selamat dari insiden tersebut. Satu orang baru saja ditemukan meninggal dunia dan tujuh sisanya masih belum diketemukan. Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Selasa (11/6) lalu di Perairan Klampis, Madura.

Peristiwa bermula saat dua perahu membawa 16 nelayan dengan tujuan mencari besi tua. Mereka biasanya menyelam untuk mencari besi tua di dasar laut atau membeli limbah besi bekas dari kapal-kapal yang berlabuh.

Tepat pada hari Selasa (11/6) sekitar pukul 23.00 WIB, kedua perahu tersebut diterjang cuaca buruk dan memaksa untuk berlindung di area PHE WMO. Mereka berlindung tepat di bawah bangunan rumah kontainer yang menggantung.

Nahas, karena cuaca buruk itu bangunan rumah kontainer tiba-tiba runtuh dan menimpa kedua perahu tersebut.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.