Video Perundungan Remaja di Gresik Gegerkan Medsos, Korban Ditendang-Ancaman Pembunuhan, Polisi dan KBPPPA Turun Tangan

oleh -5740 Dilihat
e05138b7 1c99 474a 9ce4 33622f13d9f6
Tangkapan layar video perundungan remaja perempuan di Kabupaten Gresik. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Jagat maya di Kabupaten Gresik digemparkan video aksi perundungan yang melibatkan sejumlah remaja. Video berdurasi 42 detik itu viral di media sosial. Korban di-bully tiga orang hingga ditendang.

Video tersebut mulanya diunggah oleh akun Instagram @inces.cns. Di mana tampak remaja perempuan mengenakan pakaian stel cokelat dan rambut pirang membentak-bentak seorang remaja perempuan yang mengenakan baju hitam dan celana putih.

Tidak hanya kekerasan verbal, korban juga menerima tendangan dari para pelaku yang diduga berjumlah tiga orang. Bahkan juga keluar ancaman akan dibunuh.

Kon tak kandani pisan maneh yo, kon sampek krungu nglamak-nglamak nang arek, deloken raimu, tak pateni kon. (Kamu saya kasih tahu sekali lagi ya, kami kalau sampai terdengar berani ke arek, lihat saja, saya bunuh kamu,” kata pelaku berambut pirang sembari menarik bagian kerah kaos korban.

Menerima perundungan tersebut, korban yang belakangan diketahui berinisial T asal Kecamatan Manyar, Gresik itu hanya bisa menangis. Kendati korban telah meminta maaf, para pelaku tetap mencaci hingga melakukan kekerasan fisik terhadap korban.

Informasi yang dihimpun, korban dan para pelaku awalnya kumpul di salah satu warung di Putri Cempo (Pucem). Lalu TSW dibawa ke sekitar GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik. Motif perundungan masih misteri.

Merespon viralnya video perundungan tersebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik tengah melakukan pendalaman. Polisi berhasil mengidentifikasi identitas korban untuk segera melakukan pemanggilan.

Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi Muslih Riza menjelaskan bahwa pihaknya telah mengumpulkan sejumlah keterangan. Mulai dari keluarga korban, pihak sekolah, hingga bukti video dan foto yang ramai tersebar di media sosial. “Dari penyelidikan awal, aksi tersebut memenuhi unsur kekerasan fisik dan psikis,” jelasnya, kemarin.

Meski belum memastikan motif para pelaku, pihaknya menduga bahwa peristiwa itu dipicu permasalahan pribadi. Hingga akhirnya merembet pada aksi perundungan. Bahkan, pelaku juga mengajak rekan-rekannya untuk ikut mengintimidasi korban.

Hepi menjelaskan bahwa pihaknya tinggal mengkonfirmasi hal tersebut kepada korban. Sekaligus mencari tahu para pelaku yang terlibat. Meski demikian, perwira dengan satu balok di pundak itu tidak ingin gegabah selama proses penyelidikan bergulir.

Pasalnya, korban masih berstatus pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) sekolah swasta di Kecamatan Manyar. “Sudah kami jadwalkan pemanggilan. Pihak keluarga telah mengkonfirmasi dan bersedia mendampingi untuk memberikan keterangan,” ujarnya.

Di sisi lain, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik memastikan akan melakukan pendampingan kepada remaja berusia 15 tahun yang menjadi korban perundungan tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas KBPPPA Gresik dr. Titik Ernawati saat dikonfirmasi awak media. Dia menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan keluarga korban.

“Ibu korban sedang sakit, korban sedang sekolah dan ayah masih kerja jam 4 sore pulang. Sudah kami edukasi agar berani jadi pelapor dan pelopor. Masih dalam pendampingan. Mohon dukungannya ,” kata dr. Titik, Senin (18/11). (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.