Wali Kota Malang Pantau Stok dan Harga Pangan Jelang Nyepi & Idulfitri 

oleh -99 Dilihat
IMG 20260305 WA0039
Kepala Dispangtan, Slamet Husnan Hariyadi bersama Wali Kota Malang saat operasi di gudang sembako. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus memantau stabilitas harga serta ketersediaan komoditas pangan strategis menjelang hari besar keagamaan, yakni Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri. Komoditas yang menjadi perhatian utama di antaranya cabai, telur, dan daging sapi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan guna memastikan pasokan tetap aman dan harga terkendali.

Hal itu disampaikan usai mengikuti High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang serta meninjau lahan cabai dan peternakan ayam di Kecamatan Kedungkandang.

Menurut Slamet, produksi cabai di Kota Malang sangat bergantung pada siklus masa tanam dan panen di masing-masing lahan. Saat ini luas lahan cabai di Kota Malang mencapai sekitar 65 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah.

“Setiap lahan memiliki masa tanam dan masa panen yang berbeda. Ada yang sudah memasuki panen kedua, ada yang belum panen, bahkan ada yang bisa sampai 30 kali panen. Jadi tidak bisa langsung ditotal dalam satu waktu,” jelasnya, Kamis (5/3).

Sebagai gambaran, pada lahan seluas 4.000 meter persegi dengan sekitar 4.500 tanaman cabai, hasil panen pada masa puncak, yakni sekitar panen ke-12 hingga ke-14, dapat mencapai sekitar tiga kuintal dalam sekali panen. Sementara pada panen awal, hasilnya relatif lebih rendah, sekitar 80 kilogram.

Dalam satu siklus tanam penuh dari panen pertama hingga panen ke-30, potensi produksi cabai diperkirakan mencapai 3.000 hingga 4.000 ton. Meski demikian, produksi cabai dari dalam kota belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Karena itu, pasokan dari luar daerah masih diperlukan. Pergerakan harga cabai pun sangat dipengaruhi mekanisme pasar. “Ketika harga cabai di Kota Malang naik dan dinilai menguntungkan, pasokan dari luar daerah akan masuk. Saat pasokan melimpah, harga biasanya ikut turun,” ujarnya.

Sementara itu, pada komoditas telur, harga telur ayam kampung di pasaran saat ini berkisar Rp 60 ribu per kilogram. Adapun harga telur ayam ras sekitar Rp 29 ribu per kilogram. Produksi telur di Kota Malang berasal dari peternakan di wilayah Wonokoyo yang memiliki sekitar sembilan kandang dengan kapasitas masing-masing antara 2.500 hingga 9.000 ekor ayam.

Namun, produksi dari dalam kota juga belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga tetap didukung pasokan dari luar daerah. Untuk komoditas daging sapi, harga relatif stabil di kisaran Rp 122 ribu per kilogram.

Pemotongan sapi dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang oleh sekitar 25 jagal, dengan jumlah pemotongan sekitar 30 hingga 40 ekor per hari, tergantung ukuran sapi.

Slamet menambahkan, kebutuhan pangan masyarakat cenderung meningkat pada momen tertentu, seperti saat Ramadan serta ketika aktivitas mahasiswa kembali normal di Kota Malang. “Kami terus melakukan pemantauan agar ketersediaan tetap aman dan harga tetap terkendali, terutama menjelang momen keagamaan dan meningkatnya aktivitas masyarakat,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.