KabarBaik.co– Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya melakukan kunjungan kerja ke Kota Blitar. Dalam lawatannya, ia menyempatkan diri berziarah ke Makam Bung Karno, mengunjungi Istana Gebang, menyaksikan proses pembuatan kendang, dan berkunjung ke agrowisata belimbing di Karangsari.
Kunjungan ini bukan sekadar nostalgia, sebab Bima Arya mengaku terakhir kali datang ke Blitar saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Kali ini, ia datang dengan misi lebih besar: berdiskusi langsung dengan Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, tentang potensi pengembangan kota, khususnya sektor wisata sejarah.
“Saya ingin berdiskusi dengan Mas Wali tentang pengembangan Kota Blitar yang sangat lekat dengan Bung Karno,” ujar Bima Arya, Kamis (1/5).
Menurutnya, Kota Blitar menyimpan nilai sejarah luar biasa, terutama karena menjadi tempat peristirahatan terakhir Presiden pertama RI Ir. Soekarno. Nilai historis ini dinilai bisa menjadi daya tarik besar, terutama bagi wisatawan asing.
Untuk itu, Bima menekankan pentingnya inovasi dan digitalisasi wisata sejarah, seperti menghadirkan visualisasi arsip sejarah dalam bentuk interaktif dan menarik.
“Nilai-nilai Bung Karno terus hidup sepanjang masa. Ini tidak ternilai dan harus dijaga. Cara kita menjaga, salah satunya lewat kemasan wisata sejarah yang menarik dan modern,” katanya.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, menyambut baik saran dari Wamendagri. Ia mengakui, pelayanan di kawasan Makam Bung Karno dan Istana Gebang saat ini masih bersifat konvensional, dan perlu berbenah menuju era digital.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan masukannya. Pesan beliau akan segera kami tindak lanjuti agar Blitar makin dikenal, bahkan hingga ke mancanegara,” ucapnya.(*)








