KabarBaik.co, Jombang – Menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-53 Nahdlatul Ulama (NU) yang bertepatan dengan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, suasana di sejumlah wilayah Kabupaten Jombang mulai semarak.
Warga Nahdliyin ramai-ramai mengibarkan bendera NU berdampingan dengan bendera Merah Putih sebagai bentuk antusiasme menyambut dua momentum besar tersebut.
Pemandangan itu terlihat di Desa Banjarsari, Kecamatan Bandarkedungmulyo. Desa yang mayoritas dihuni warga Nahdliyin tersebut bahkan memasang logo Nahdlatul Ulama di gapura pintu masuk sebagai penanda identitas masyarakatnya.
Memasuki awal Agustus, warga mulai memasang bendera NU dan Merah Putih di depan rumah hingga sepanjang jalan desa. Bagi masyarakat setempat, NU bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya sehari-hari.
Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Bandarkedungmulyo, H. Basarudin, mengatakan pihaknya mengajak seluruh warga menyambut HUT ke-81 RI dan Muktamar NU ke-35 secara bersamaan.
“Sebagai warga Nahdliyin, masyarakat berharap seluruh rangkaian Muktamar dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif. Selain itu, kami berharap forum tertinggi organisasi tersebut mampu melahirkan kepemimpinan baru yang dapat mengayomi serta membawa manfaat bagi seluruh warga Nahdliyin,” kata Basarudin, Senin (3/8).
Basarudin yang juga menjabat Kepala Desa Banjarsari menambahkan, dukungan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pemasangan bendera. Pihaknya juga menyiapkan sejumlah masjid di wilayah Bandarkedungmulyo sebagai lokasi transit dan tempat menginap bagi tamu maupun peserta Muktamar yang datang ke Jombang.
“Kami ingin ikut menyukseskan pelaksanaan Muktamar. Beberapa masjid sudah kami siapkan untuk membantu melayani tamu dan peserta yang membutuhkan tempat singgah maupun menginap,” ujarnya.
Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang.
Agenda lima tahunan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu diperkirakan akan dihadiri ribuan peserta, pengurus, serta warga Nahdliyin dari berbagai daerah sehingga Kota Santri bersiap menyambut kedatangan para tamu.







