KabarBaik.co – Di era teknologi semakin canggih, salah satu warga Kabupaten Malang, Suparman, tepatnya di Dusun Buwek, Kecamatan Wagir telah bertahan menekuni kerajinan batako selama 55 tahun.
Tentu saja, pembuatannya dilakukan secara manual. Apabila mendapatkan pesanan untuk pembangunan, ia mampu memproduksi kurang lebih lima ratus buah batako dalam setiap bulan.
Suparman mengakui, bahwa kerajinan yang dijadikan usaha ini mulai dikerjakan saat usia remaja. “Saat tahun 1970 di usia masih 30 tahun, Saya mempunyai inisitif untuk membuat batako sendiri, ” katanya saat ditemui di rumahnya, pada Jumat (30/5).
Ia menjelaskan bahwa kerajinan tangan yang dikerjakan ini telah membuahkan hasil dan diminati perusahaan developer perumahan. “Alhmadulilah usaha kecil-kecilan saya ini, dari buatan tangan sendiri, selalu diminati orang,” ungkapnya.
Menurut Suparman, sebagian warga kampung Buwek, pada saat itu membangun rumahnya dengan membeli bahan bangunan ini dari kerajinan tangannya.
“Beberapa rumah warga di kampung ini, pada saat pembangunan atau renovasi selalu memesan kepada saya untuk dibuatkan batako dengan jumlah sesuai kebutuhan masing-masing, “ujarnya.
Lanjut Suparman, dengan bahan bangunan yang dibuatnya sendiri, dijual dengan harga relatif miring yakni Rp 3 ribu perbiji batako.
“Terutama untuk para peminat bahan bangunan, langsung datang saja ke tempat saya, apabila ingin memesan,” tandasnya.(*)







