Warga PPS Gresik Geram Terdampak Luberan Air dari Saluran Tol Kebomas-Manyar

oleh -130 Dilihat
1000663940 scaled

KabarBaik.co – Warga Kompleks Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), Kecamatan Manyar, Gresik, beberapa pekan ini dibuat gerah. Penyebabnya, luberan air di sejumlah titik yang belum mendapatkan penanganan pihak berwenang. Padahal, luberan air itu sangat menganggu. Bahkan, bisa mengancam keselamatan pengguna jalan.

Titik luberan pertama berada di kompleks PPS tepi barat jalan Tol Kebomas-Manyar. Diduga kuat, air itu meluber ke kawasan pemukiman warga karena gorong-gorong di tepi tol tersebut. “Kami mendesak agar pihak pengelola tol itu merevitalisasi drainasenya sehingga tidak meluber seperti ini. Kan meresahkan dan mengganggu sekali,” kata Sholahuddin, warga yang tinggal di Jalan Raya Mirah, PPS, Kamis (16/1).

Berdasarkan pantauan, aliran air ke kawasan itu memang berasal dari tol Kebomas-Manyar yang lokasinya lebih tinggi. Air mengalir menerobos deras dari pagar beton pembatas tol. Terlebih saat hujan turun. Sebetulnya, di sisi timur pagar itu terdapat saluran air. Namun, boleh jadi sudah lama tidak dilakukan normalisasi hingga terjadi pendangkalan, maka air pun meluber. Terutama di wilayah RT 4 RW 12 dan sekitarnya. Padahal, di dekat titik itu terdapat tempat pendidikan. Yakni, Kelompok Bermain (KB) Cahaya Aisyiyah.

“Dulu nggak begini. Kami tidak tahu tol di situ dari Jasa Marga atau Marga Bumi. Yang jelas, minta diperhatikan. Kalau tidak, bukan tidak mungkin warga ramai-ramai protes ke mereka. Karena genangan ini kan membuat jalan licin dsn bisa berdampak lumutan,” tambahnya.

Selain di sisi barat tol Kebomas-Manyar, genangan juga terjadi di depan pintu keluar PPS. Tepatnya, Jalan KH Syafi’i. Bahkan, kondisinya lebih parah. Gara-gara itu, kerap terjadi kepadatan panjang. Terutama saat jam-jam berangkat dan pulang kerja. “Ini kan jalan kabupaten. Seharusnya dinas terkait cepat bergerak. Sebab, menyangkut layanan publik dan sudah mengganggu,” kata Sunarso, warga PPS.

Melubernya air di Jalan KH Syafi’i itu juga diduga karena saluran tidak beres. Bahkan, saluran di depan beberapa bangunan di lokasi itu sudah dibuntu. Padahal, itu merupakan ruang milik jalan (rumija). “Kalau melanggar, ya sebaiknya dibongkar saja. Kemudian dipasang box culvert begitu. Sebab, ini akses yang ramai sekali,” ujarnya.  (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.