Warga Suko Sidoarjo Blokade TPS gegara 2 Bulan Sampah Tak Diangkut

oleh -96 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 20 at 3.14.30 PM
Warga Suko blokade jalan ke TPS (ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo — Persoalan sampah kembali mencuat di Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo. Kali ini, warga dari empat RT di RW 02 memilih menutup akses menuju Tempat Pembuangan Sementara (TPS) karena tumpukan sampah disebut tak diangkut selama sekitar dua bulan.

Akses menuju TPS ditutup menggunakan kayu dan bambu. Warga mengambil langkah tersebut lantaran tumpukan sampah mulai menimbulkan bau menyengat dan dikhawatirkan mengganggu kesehatan serta kenyamanan warga sekitar.

Muhammad Ikhwan, warga Desa Suko, mengatakan persoalan sampah sudah dirasakan warga yang tinggal di sekitar TPS. Bahkan, sampah ringan kerap terbawa angin hingga masuk ke permukiman.

“Warga terdampak baunya sampah. Kan nanti bisa menjadikan warga sakit semua ini. Apalagi sampah ringan itu pasti kena angin, pasti terbang, masuk ke rumah warga,” jelas Ikhwan, Kamis (20/8).

Menurut Ikhwan, persoalan tersebut semakin kompleks karena TPS tidak hanya menampung sampah dari empat RT di RW 02. Sampah dari RT 1 dan RT 2 hingga aktivitas pasar juga dibuang ke lokasi tersebut.

“Pembuangan sampah di sini ini bukan saja dari empat RT, tapi juga sampah dari pasar, dan sampah RT 1 dan 2. RT 1, 2, juga buangnya di sini, padahal uang pengelolaan sampah disetorkan ke desa,” ujarnya.

Padahal, sebelum persoalan ini muncul, pengangkutan sampah di TPS disebut dilakukan secara rutin setiap tiga hari. Namun, dalam sekitar dua bulan terakhir, pengangkutan tersebut berhenti.

“Ini sudah dua bulan kalau nggak salah ini belum diangkut sama sekali. Makanya sampah ini bisa menyebar ke mana-mana dan baunya mengganggu warga,” katanya.

Warga pun meminta pengangkutan sampah kembali dilakukan secara rutin. Mereka khawatir tumpukan semakin banyak dan sampah yang tertiup angin terus masuk ke lingkungan permukiman.

“Tuntutan warga sampah ini harus kembali diangkut, biar tidak semakin menumpuk dan pemukiman warga itu bersih dari sampah-sampah yang terbang karena tertiup angin,” ujarnya.

Penutupan akses TPS ditegaskan bukan sebagai aksi permanen. Warga akan membuka kembali akses setelah sampah diangkut dan TPS dibersihkan. Sementara terkait penyebab pengangkutan berhenti, Ikhwan mengaku belum mengetahui secara pasti.

“Kalau warga mengharapkan kalau sampah ini sudah diangkut, nanti ini bisa dibuka lagi. Kenapa desa tidak mengangkut sampah ini, saya kurang tahu, kurang jelas,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.