Waspada Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan 69 Ribu Personel Jaga Keandalan Listrik Selama Nataru 2025/2026

oleh -132 Dilihat
IMG 20251226 WA0030
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan kelistrikan

KabarBaik.co — PT PLN (Persero) menyiagakan sebanyak 69.000 personel di seluruh Indonesia untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan kelistrikan, khususnya akibat cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah.

Kesiapsiagaan nasional tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, melalui Commander Call secara daring bersama seluruh unit PLN, subholding, dan anak perusahaan. Kegiatan ini dipusatkan di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kilovolt (kV) Pedan, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (26/12).

“Hari ini kami melaksanakan apel siaga kelistrikan nasional. Salah satu lokasi strategis yang kami tinjau langsung adalah GITET 500 kV Pedan, yang berperan penting sebagai penghubung sistem kelistrikan Jawa–Madura–Bali,” ujar Darmawan.

Ia menegaskan, seluruh personel PLN bersiaga penuh selama 24 jam tanpa henti untuk memastikan suplai listrik tetap andal, terutama di tengah dinamika cuaca ekstrem selama periode Nataru. Upaya ini sejalan dengan arahan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar layanan kelistrikan kepada masyarakat tetap optimal.

Selain personel, PLN juga menyiapkan berbagai peralatan pendukung operasional, di antaranya 1.917 unit genset, 737 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.338 unit Gardu Bergerak (UGB), 434 unit truk crane, 4.720 unit mobil operasional, serta 4.412 unit sepeda motor operasional.

“Seluruh unit PLN melaporkan bahwa lokasi-lokasi prioritas berada dalam kondisi aman tanpa gangguan kelistrikan. Dengan demikian, aktivitas ibadah, layanan publik, serta mobilitas masyarakat selama Nataru dapat berlangsung dengan lancar,” kata Darmawan.

Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, PLN juga memperkuat koordinasi rutin dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi prakiraan serta peringatan dini cuaca digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional dan terintegrasi langsung ke pusat pengendalian sistem.

“Saat ini memang terdapat beberapa wilayah yang mengalami hujan lebat. Namun kami telah mengantisipasinya. PLN tidak lagi bersikap reaktif, melainkan mengedepankan langkah-langkah preventif untuk memitigasi risiko perubahan cuaca,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri, menambahkan bahwa PLN telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) komunikasi serta alur eskalasi yang jelas guna memastikan penanganan gangguan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

“Seluruh unit distribusi terus memantau kondisi cuaca dan memetakan wilayah rawan bencana. Berdasarkan perkiraan BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas yang bervariasi,” tutup Arsyadany.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.