Waspada! Gula Berlebih Picu Emosi Si Kecil Jadi Tidak Stabil

Reporter: Lilis Dewi
oleh -88 Dilihat
Ilustrasi (Kumparan)

KabarBaik.co- Gula memang menjadi penyedap rasa yang disukai banyak orang, tak terkecuali anak-anak. Namun, tahukah anda bahwa konsumsi gula yang berlebihan pada anak dapat berdampak negatif pada emosinya? Yuk, simak penjelasannya!

Dampak Gula Berlebih pada Emosi Anak:

  • Sugar Rush dan Crash: Konsumsi gula yang tinggi bisa menyebabkan lonjakan gula darah (sugar rush) yang diikuti penurunan drastis (crash) dalam waktu singkat. Hal ini dapat membuat anak menjadi hiperaktif, mudah marah, dan rewel. Ketika kadar gula darah turun drastis, anak bisa mengalami lelah, lesu, dan sulit konsentrasi. Fluktuasi gula darah ini dapat mengganggu regulasi emosi anak.
  • Gangguan Neurotransmitter: Asupan gula berlebihan dapat memengaruhi produksi neurotransmitter, yaitu zat kimia di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati. Kondisi ini bisa menyebabkan anak mudah cemas, sedih, atau bahkan depresi.
  • Aditif dan Kecanduan: Banyak makanan dan minuman manis mengandung zat aditif yang dapat meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi gula lebih banyak. Ini bisa membuat anak kecanduan gula dan sulit mengendalikan emosinya ketika tidak mendapatkan asupan manis.

Tips Membatasi Konsumsi Gula pada Anak:

1. Jadilah Detektif Label Pangan:

  • Biasakan membaca label pada kemasan makanan dan minuman sebelum membelinya untuk anak. Perhatikan kandungan gula yang tertera. Umumnya ditulis dalam gram (gr) atau persentase (% Daily Value/DV).
  • Batasi asupan gula tambahan. Gula tambahan adalah segala jenis gula yang ditambahkan pada makanan olahan, bukan gula alami yang terdapat pada buah.

2. Minuman Sehat Lebih Oke!

  • Ganti minuman manis seperti soda, jus buah kemasan, dan minuman coklat dengan pilihan yang lebih sehat.
  • Air putih harus menjadi minuman utama.
  • Susu tanpa rasa atau jus buah murni yang diencerkan dengan air putih juga bisa menjadi alternatif yang baik.

3. Pilih Camilan Sehat nan Menyenangkan:

  • Ganti camilan manis seperti permen, coklat, dan biskuit dengan camilan sehat yang tetap menggugah selera.
  • Buah potong segar, sayur-sayuran dengan hummus, yogurt tawar dengan potongan buah, atau roti gandum dengan alpukat bisa menjadi pilihan yang menarik.
  • Libatkan anak dalam memilih dan menyiapkan camilan sehat. Ini dapat membantu mereka lebih bersemangat untuk mengonsumsinya.

4. Orang Tua sebagai Role Model:

  • Anak adalah peniru ulung. Kebiasaan orang tua dalam mengonsumsi makanan dan minuman manis akan mudah ditiru oleh anak.
  • Batasi konsumsi gula Anda sendiri dan hindari membiasakan anak dengan rasa manis yang berlebihan.

5. Dapur Seru Bersama Si Kecil:

  • Ajak anak terlibat dalam menyiapkan makanan dan minuman sehat di dapur.
  • Biarkan mereka membantu mencuci buah, mengaduk adonan, atau memotong sayuran.
  • Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga dapat membantu anak memahami pentingnya pola makan yang baik.

Dengan membatasi konsumsi gula dan menerapkan pola makan sehat, orang tua dapat membantu menjaga emosi si kecil tetap stabil dan mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.