1.450 Mahasiswa Baru Umsida Digembleng Jadi Generasi Berdaya Saing Global

oleh -77 Dilihat
Beni Pramula, Presiden Pemuda Asia-Afrika Youth Government 2015–2021, saat mengisi materi di Umsida. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)
Beni Pramula, Presiden Pemuda Asia-Afrika Youth Government 2015–2021, saat mengisi materi di Umsida. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menegaskan komitmennya mencetak generasi muda yang berkarakter, adaptif, kritis, dan mampu bersaing di tingkat global melalui Forum Ta’aruf Mahasiswa (Fortama).

Fortama sesi pertama diselenggarakan pada Sabtu (15/8) dengan diikuti sekitar 1.450 mahasiswa baru. Kegiatan ini tak sekadar menjadi ajang pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi langkah awal Umsida dalam membangun pola pikir mahasiswa agar mampu melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas, termasuk isu global dan pembangunan berkelanjutan.

Presiden Pemuda Asia-Afrika Youth Government 2015–2021, Beni Pramula, yang hadir sebagai narasumber mengapresiasi konsep Fortama Umsida. Menurutnya, pengenalan isu internasional dan Sustainable Development Goals (SDGs) sejak awal perkuliahan penting untuk memperluas wawasan mahasiswa.

“Umsida mengajak mahasiswa-mahasiswa barunya untuk tidak seperti katak dalam tempurung. Dengan kita membuka mata, wawasan kita untuk mengetahui situasi dunia global, insyaallah akan menginspirasi kita, khususnya dalam bidang SDGs,” ujar Beni.

Beni juga menilai mahasiswa baru Umsida memiliki keberanian dan daya kritis yang cukup kuat. Hal itu terlihat dari antusiasme mereka dalam menyampaikan pertanyaan serta merespons berbagai persoalan bangsa, termasuk isu politik.

“Mahasiswanya kritis-kritis, punya kepercayaan diri untuk bertanya, mengemukakan pendapat, dan ikut memikirkan bagaimana situasi bangsa maupun negara. Dari situ potensi melahirkan kader-kader yang punya daya kritis dan analitis itu ada pada mahasiswa Umsida,” tambahnya.

Wakil Rektor III Umsida Nurdyansyah, menjelaskan Fortama tahun ini membawa tiga nilai utama, yakni berkarakter, adaptif, dan berdampak. Ketiga nilai tersebut sekaligus menjadi bagian dari arah pengembangan Umsida menuju peningkatan daya saing nasional dan internasional.

“Kita ingin anak-anak itu berkarakter, kemudian adaptif, dan terakhir adalah berdampak. Tiga hal itu yang kemudian menjadi point of view. Tema Fortama juga kita kaitkan dengan milestone Umsida yang saat ini menuju national competitiveness,” terang Nurdyansyah.

Menurutnya, capaian mahasiswa Umsida di ajang internasional menjadi bukti bahwa kampus tersebut memiliki potensi bersaing dengan perguruan tinggi besar lainnya. Salah satunya keberhasilan tim IMe Umsida meraih juara pertama tingkat internasional dalam Shell Eco-marathon di Qatar.

“Kemarin tim IMe sudah di Qatar dan juara satu tingkat internasional Shell Eco-marathon. Ini menjadi point of view buat adik-adik. Umsida tidak lagi kampus yang kemudian hanya swasta, tapi kita sudah sebanding dengan UGM, ITB, ITS. Bahkan bisa melampaui perguruan tinggi negeri maupun swasta yang notabene sudah sangat besar,” tegasnya.

Pelaksanaan Fortama tahun ini dibagi menjadi dua sesi dengan target sekitar 3.000 mahasiswa baru. Setelah sesi pertama yang diikuti sekitar 1.450 mahasiswa pada Sabtu (15/8), kegiatan akan dilanjutkan dengan sesi berikutnya untuk menampung sekitar 1.500 mahasiswa baru lainnya.

Nurdyansyah berharap proses pembinaan yang dilakukan secara terstruktur dapat menggali dan mengembangkan potensi mahasiswa baru. Dengan bekal karakter, kemampuan adaptasi, serta kompetensi yang terus diasah, mahasiswa Umsida diharapkan mampu mencetak lebih banyak prestasi di tingkat nasional maupun internasional.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.