20 Tahun Lumpur Lapindo: Masjid Baitul Hamdi Jadi Saksi Bisu Tenggelamnya Desa Besuki Sidoarjo

oleh -152 Dilihat
Masjid Baitul Hamdi di Desa Besuki, Sidoarjo yang menjadi saksi bisu tragedi lumpur Lapindo.
Masjid Baitul Hamdi di Desa Besuki, Sidoarjo yang menjadi saksi bisu tragedi lumpur Lapindo. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Dua dekade berlalu sejak semburan lumpur Lapindo menenggelamkan belasan desa di Sidoarjo. Namun, jejak keganasannya masih membekas hingga kini. Salah satunya tampak di Masjid Baitul Hamdi, Desa Besuki, Kecamatan Jabon yang kini berdiri sunyi dan terbengkalai menjadi saksi bisu bencana tersebut.

Masjid yang dahulu menjadi pusat aktivitas ibadah warga itu kini tak lagi terdengar lantunan azan maupun suara anak-anak mengaji. Bangunan yang dulu ramai digunakan salat lima waktu hingga salat Idul Fitri dan Idul Adha tersebut perlahan berubah menjadi bangunan kosong yang dipenuhi tumbuhan liar di sekelilingnya.

Kini, Masjid Baitul Hamdi berdiri bersebelahan langsung dengan tanggul lumpur Lapindo. Keberadaan tanggul raksasa di yang berada di belakang masjid semakin memperlihatkan bagaimana dahsyatnya bencana yang pernah menenggelamkan kawasan tersebut.

Bagi warga terdampak, Masjid Baitul Hamdi bukan sekadar bangunan ibadah. Masjid itu menyimpan banyak kenangan kehidupan masyarakat Besuki sebelum kawasan tersebut terdampak semburan lumpur Lapindo.

Muhajir, 50, warga yang mengaku pernah tinggal di Besuki, mengenang suasana masjid saat masih menjadi pusat kegiatan warga. Menurutnya, setiap hari masjid selalu dipenuhi jamaah, terutama saat hari besar keagamaan.

“Dulu masjid ini ramai buat ibadah salat dan mengaji warga Besuki. Apalagi saat salat Idul Fitri maupun Idul Adha, suasananya berbeda, sangat ramai dari anak-anak hingga orang dewasa,” ujarnya kepada KabarBaik.co, Jumat (29/5).

Kini, suasana itu tinggal cerita. Masjid Baitul Hamdi berdiri sendiri di tengah kawasan yang telah berubah akibat lumpur Lapindo. Meski bangunannya masih tampak kokoh, kondisi masjid sudah tidak terawat dan dipenuhi semak liar di sejumlah bagian.

Muhajir mengaku setiap melihat tulisan Masjid Baitul Hamdi, dirinya selalu teringat tragedi lumpur Lapindo yang memaksa ribuan warga meninggalkan kampung halamannya. Menurutnya, masjid tersebut kini menjadi simbol nyata keganasan lumpur Lapindo yang masih menyisakan luka bagi warga terdampak.

Di depan kompleks masjid, terdapat makam Desa Besuki yang hingga kini masih sering diziarahi warga. Muhajir mengaku rutin datang setiap Jumat untuk berziarah ke makam orang tuanya.

“Ini tadi saya nyekar ke kuburan orang tua saya tiap hari Jumat,” tambahnya.

Meski tak lagi digunakan berjamaah seperti dahulu, Masjid Baitul Hamdi kini seolah menjadi ikon bisu tragedi lumpur Lapindo. Bangunan itu tetap berdiri di tengah sunyinya kawasan Besuki, mengingatkan bahwa bencana yang terjadi 20 tahun lalu masih meninggalkan jejak mendalam bagi warga Sidoarjo.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.