200 Lahan Pertanian Gresik Kekeringan, Mentan Amran Siapkan Pompa dan Sumur Dangkal

oleh -99 Dilihat
Mentan Andi Amran Sulaiman saat meninjau kekeringan lahan pertanian di Benjeng, Gresik.
Mentan Andi Amran Sulaiman saat meninjau kekeringan lahan pertanian di Benjeng, Gresik. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Gresik –  Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman turun langsung meninjau lahan pertanian yang terdampak kekeringan di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Selasa (11/8).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan ancaman kekeringan tidak mengganggu produktivitas pertanian sekaligus menjaga produksi pangan di Jawa Timur.

Lahan pertanian yang ditinjau Amran memiliki luas lebih dari 200 hektare dan terdampak kekeringan. Pemerintah pusat pun menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan petani tetap bisa mendapatkan pasokan air.

Amran mengatakan penanganan kekeringan akan dilakukan dengan dua pendekatan, bergantung pada ketersediaan sumber air di sekitar lahan pertanian.

“Kita bagi dua solusinya. Yang pertama, yang ada sumber air dekat dari sawah yang kekeringan, kita berikan pompa langsung. Tidak ada basa-basi, tidak birokrasi panjang. Yang kedua, yang tidak ada sumber air, kita siapkan sumur dangkal,” kata Mentan Amran.

Menurut Amran, langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi pemerintah menghadapi risiko kekeringan yang dapat mengganggu produksi pertanian.

Ia mengatakan kondisi perberasan Jawa Timur saat ini relatif aman dengan produksi sekitar 1,3 juta ton. Meski demikian, pemerintah tidak ingin lengah menghadapi potensi kekeringan.

“Kita tenang, tetapi kita tidak boleh lengah. Kita harus tetap berusaha keras untuk memitigasi risiko kekeringan yang terjadi tahun ini,” ujarnya.

Dalam kunjungannya ke Gresik, pemerintah pusat mengalokasikan sejumlah bantuan sarana dan prasarana pengairan bagi petani.

Dukungan tersebut meliputi 54 unit irigasi perpompaan, 9 unit irigasi perpipaan, serta rehabilitasi 12 unit jaringan irigasi tersier.

Selain bantuan pengairan, Amran juga menyerahkan dua unit traktor roda dua kepada buruh tani.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses petani dan buruh tani terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan).

Amran juga mengungkapkan rencana perubahan regulasi agar buruh tani bisa mendapatkan bantuan alsintan dengan lebih mudah.

Selama ini, akses buruh tani terhadap bantuan alat pertanian masih terbatas karena mekanisme dan regulasi yang berlaku.

Ke depan, bantuan seperti traktor, combine harvester, alat tanam, dan berbagai alsintan lainnya akan dibuka lebih luas bagi buruh tani.

Mekanisme pengajuan juga akan disederhanakan dengan memperkuat peran penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Tanda tangannya tidak usah ribet. Cukup PPL kami terima. PPL tanda tangan, kami terima di Jakarta, kami kirim alatnya kepada yang membutuhkan,” kata Mentan Amran.

Selain penanganan kekeringan dalam jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan penguatan infrastruktur sumber daya air di Gresik.

Salah satunya melalui rencana pembangunan kolam retensi di wilayah selatan Gresik yang selama ini menghadapi persoalan kekeringan berulang.

Terkait kebutuhan tersebut, Amran menyatakan pemerintah pusat siap berkoordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) apabila terdapat persoalan pertanahan yang perlu diselesaikan.

Ia meminta pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan tersebut secara tertulis agar dapat segera dikoordinasikan.

“Kalau kepentingan rakyat, Presiden perintahkan layani. Tidak usah basa-basi,” tegasnya.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang turun langsung menangani persoalan kekeringan di wilayahnya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para petani di Kabupaten Gresik. Bantuan ini tentu sangat berarti, terutama untuk menjaga ketersediaan air dan produktivitas lahan pertanian di tengah musim kemarau,” ujar Wabup Alif.

Menurut Alif, dukungan pemerintah pusat menjadi dorongan bagi Pemkab Gresik untuk memperkuat upaya menjaga produktivitas pertanian di tengah tantangan perubahan cuaca.

“Gresik siap bersinergi dan mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Kami akan terus memperkuat infrastruktur pertanian, memastikan bantuan tepat sasaran, serta mendorong petani agar semakin produktif dan sejahtera,” katanya.

Alif menegaskan, pencapaian swasembada pangan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk penyuluh pertanian, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Target swasembada pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat. Daerah juga memiliki peran penting. Karena itu, kami siap bergerak bersama, memastikan setiap dukungan yang diberikan pemerintah dapat benar-benar dirasakan dan berdampak bagi petani Gresik,” ujarnya.

Bagi Pemkab Gresik, bantuan pengairan dan alsintan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi menghadapi kekeringan saat ini, tetapi juga memperkuat kapasitas sektor pertanian dalam jangka panjang.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.