Polres Gresik Gelar Operasi Tumpas Semeru 2026, Soroti Modus Baru Narkoba Cair dan Liquid Vape

oleh -68 Dilihat
Latpra Ops Tumpas Narkoba Semeru 2026 di Polres Gresik.
Latpra Ops Tumpas Narkoba Semeru 2026 di Polres Gresik.

KabarBaik.co, Gresik – Empat kecamatan di Kabupaten Gresik menjadi sorotan dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. Hal ini disebabkan wilayah-wilayah itu mencatat pengungkapan kasus narkoba terbanyak sepanjang 2025.

Keempat wilayah tersebut yakni Kecamatan Manyar dengan 25 pengungkapan kasus, Driyorejo 23 kasus, Kebomas 16 kasus, dan Gresik Kota sebanyak 15 kasus.

Peta kerawanan tersebut menjadi salah satu perhatian Polres Gresik menjelang Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026 yang digelar selama 12 hari, mulai 12 hingga 23 Agustus 2026.

Sebanyak 103 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik dengan mengedepankan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) bersama jajaran polsek.

Kesiapan operasi dimatangkan melalui Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Tumpas Narkoba Semeru 2026 di Ruang Rupatama Sarja Arya Racana Polres Gresik, Senin (10/8).

Kanit IV Satintelkam Polres Gresik Ipda Hendry Nurdiansyah dalam paparannya mengungkapkan, Manyar menjadi wilayah dengan pengungkapan kasus narkoba terbanyak sepanjang tahun lalu.

“Perkembangan modus operandi harus menjadi perhatian serius seluruh personel,” kata Hendry.

Menurut dia, modus peredaran narkoba kini semakin beragam. Selain menggunakan pola konvensional, pelaku memanfaatkan sistem ranjau, peredaran obat keras tanpa resep, hingga menyusupkan narkoba ke tempat hunian, fasilitas umum, dan lingkungan pendidikan.

Petugas juga diminta memanfaatkan teknologi untuk melacak jaringan yang kerap berpindah tempat.

Polisi juga mengantisipasi potensi kebocoran informasi serta kemungkinan keterlibatan oknum dalam jaringan peredaran narkoba.

“Petugas di lapangan juga wajib mendayagunakan teknologi guna melacak jaringan yang kerap berpindah tempat, serta mewaspadai potensi kebocoran informasi maupun keterlibatan oknum,” ujarnya.

Lat Pra Ops dipimpin Kabag Ops Polres Gresik Kompol Arief Sukmo Wibowo yang mewakili Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution.

Dalam amanat Kapolres yang dibacakan Arief, disebutkan bahwa operasi tersebut bertujuan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif sekaligus mendukung gerakan Jatim Sangar atau Sadar Ngelawan Narkoba.

Sasaran operasi tidak hanya pengguna dan pecandu narkoba. Polisi juga membidik pengedar hingga jaringan atau sindikat peredaran gelap narkotika.

Barang bukti yang menjadi sasaran meliputi narkotika Golongan I, II dan III, tembakau sintetis atau gorila, PCC, serta berbagai jenis obat-obatan terlarang.

“Laksanakan deteksi dini dan tindakan tegas terhadap jaringan peredaran narkoba. Pedomani Kirsus Intelijen, gelar razia sasaran secara terukur, dan tuntaskan proses hukum hingga pelimpahan ke kejaksaan. Tetap utamakan keselamatan personel di lapangan,” kata Arief.

Kasat Resnarkoba Polres Gresik AKP Ahmad Yani menambahkan, seluruh penanganan dan penerbitan Laporan Polisi (LP) terkait kasus narkoba dipusatkan melalui Satresnarkoba Polres Gresik.

Langkah tersebut dilakukan untuk menyelaraskan data, memudahkan pemetaan kasus, sekaligus memperkuat pengembangan jaringan dari setiap kasus yang berhasil diungkap.

“Setiap penindakan harus melalui hasil penyelidikan yang matang dan terukur. Hindari cara-cara arogan yang berpotensi membahayakan personel maupun mencoreng nama baik institusi,” ujarnya.

Ahmad juga menegaskan, polisi akan bertindak tegas apabila menemukan personel yang terindikasi terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

Personel tersebut akan ditangani dan menjalani assessment sesuai ketentuan yang berlaku.

Polres Gresik juga mengingatkan agar predikat Gresik sebagai Kota Santri tidak membuat aparat maupun masyarakat lengah terhadap ancaman narkoba.

Arief meminta seluruh personel tetap melihat potensi peredaran narkotika secara serius, termasuk di wilayah yang selama ini dianggap relatif aman.

“Jangan beranggapan karena Gresik dikenal sebagai Kota Santri lalu kita merasa situasi selalu aman dan melaksanakan operasi secara biasa-biasa saja,” ujarnya.

Selain wilayah rawan, polisi juga mewaspadai modus baru, seperti narkoba cair yang disamarkan melalui liquid vape, penyelundupan menggunakan barang mainan, serta penyimpanan narkotika di lokasi-lokasi tersembunyi.

Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026 diharapkan dapat menekan peredaran narkotika sekaligus membongkar jaringan yang selama ini beroperasi di Kabupaten Gresik.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.